Persiapan Kembali ke Sekolah, Cara Mencegah Demam pada Anak Agar Dapat Belajar dengan Lebih Nyaman

Demam
Persiapan Kembali ke Sekolah, Cara Mencegah Demam pada Anak Agar Dapat Belajar dengan Lebih Nyaman
Tuesday, 04 August 2026

Momen kembali ke sekolah membawa semangat baru bagi anak sekaligus berbagai kekhawatiran bagi orang tua. Selain proses adaptasi dengan rutinitas dan lingkungan sekolah, kondisi kesehatan anak juga menjadi perhatian, termasuk ketika ia mengalami demam.

Demam dapat membuat anak menjadi kurang aktif, sulit berkonsentrasi, dan tidak nyaman mengikuti kegiatan belajar. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui cara menjaga daya tahan tubuh anak sekaligus memahami langkah penanganan yang tepat apabila anak mulai mengalami gejala demam.

Mengapa Anak Lebih Rentan Demam Saat Kembali ke Sekolah?

Memasuki kembali lingkungan sekolah membuat anak lebih sering berinteraksi dan melakukan aktivitas bersama teman-temannya. Kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa risiko penularan penyakit cenderung meningkat.

Dokter spesialis anak, dr. Attila Dewanti Poerboyo, Sp.A(K), menjelaskan bahwa penularan penyakit di ruang kelas dapat terjadi dengan cepat, terutama jika ada anak yang sedang sakit tetapi tidak menggunakan masker. Karena itu, penggunaan masker saat anak sedang kurang sehat dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu mengurangi penyebaran penyakit di sekolah.

Selain faktor lingkungan, sistem kekebalan tubuh anak usia sekolah juga masih terus berkembang. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Harvard Health Publishing, paparan terhadap berbagai virus dan bakteri merupakan bagian dari proses pembentukan sistem imun. Itulah sebabnya, anak usia sekolah dapat mengalami infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) sekitar 6–8 kali dalam setahun, terutama pada masa awal masuk sekolah atau saat mulai beradaptasi dengan lingkungan baru.

Hal-Hal yang Perlu Dilakukan Sebelum Anak Masuk Sekolah Agar Tidak Mudah Sakit

Hari pertama sekolah bukan hanya tentang menyiapkan seragam dan perlengkapan belajar. Orang tua juga perlu memastikan tubuh anak berada dalam kondisi prima. Berikut ini beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk mencegah demam pada anak agar ia dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, tetap aktif bermain, dan lebih siap mengikuti kegiatan belajar tanpa mudah jatuh sakit.

1. Pastikan Anak Cukup Tidur dan Aktif Bergerak

Biasakan kembali jadwal tidur anak agar lebih teratur sebelum sekolah dimulai. Anak juga tetap perlu aktif bergerak melalui bermain atau aktivitas fisik yang sesuai usianya. Namun, pastikan aktivitas tersebut diimbangi dengan waktu istirahat yang cukup agar anak tidak kelelahan.

2. Penuhi Kebutuhan Nutrisi dan Cairan

Dukung daya tahan tubuh anak dengan makanan bergizi seimbang yang mengandung protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Jangan lupa biasakan Si Kecil sarapan sebelum sekolah agar memiliki energi untuk belajar dan beraktivitas. Pastikan juga kebutuhan cairannya terpenuhi dengan membiasakan anak minum air secara rutin dan membawa botol minum sendiri ke sekolah.

3. Ajarkan Kebiasaan Hidup Bersih

Lingkungan sekolah membuat anak lebih sering berinteraksi dengan orang lain. Karena itu, ajarkan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, bermain, atau batuk dan bersin. Anak juga perlu dibiasakan tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut sembarangan, tidak berbagi alat makan atau botol minum, serta menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.

4. Lengkapi Imunisasi dan Perhatikan Lingkungan

Pastikan imunisasi Si Kecil sudah lengkap sesuai jadwal dan anjuran tenaga kesehatan. Selain itu, sebisa mungkin kurangi paparan asap rokok, debu, dan polusi yang dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan. Membiasakan anak membawa perlengkapan pribadi seperti botol minum dan tisu juga dapat membantu menjaga kebersihan selama berada di sekolah.

5. Pastikan Anak dalam Kondisi Sehat Sebelum Sekolah

Sebelum berangkat sekolah, perhatikan kondisi Si Kecil. Jika anak menunjukkan gejala seperti demam, batuk, pilek, atau terlihat kurang fit, berikan waktu untuk beristirahat dan pantau kondisinya. Anak yang berangkat dalam kondisi sehat akan lebih nyaman mengikuti kegiatan belajar, bermain, dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

Kenali Tanda-Tanda Demam pada Anak

Demam pada anak umumnya merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi. Melansir Nemours KidsHealth, anak umumnya dikatakan mengalami demam ketika suhu tubuh mencapai 38°C atau lebih, meskipun batas tersebut dapat berbeda tergantung lokasi pengukuran suhu.

Beberapa tanda yang dapat menyertai demam antara lain tubuh terasa hangat, anak menjadi lebih rewel atau pendiam, menggigil, berkeringat, sakit kepala, serta napas atau denyut jantung yang lebih cepat. Jika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya ukur suhu tubuh menggunakan termometer agar kondisi demam dapat dipastikan dengan lebih akurat.

Untuk membantu Si Kecil tetap nyaman saat demam, pastikan ia mendapatkan cukup cairan dan waktu istirahat. Jika anak merasa tidak nyaman akibat demam, orang tua dapat memberikan obat penurun demam dengan Trusted Formula dan kandungan Paracetamol dapat membantu meredakan berbagai macam demam pada anak. Pastikan penggunaannya sesuai aturan dosis dan usia yang tercantum pada kemasan ya, Moms.

Jika demam tidak kunjung membaik, berlangsung lebih lama, atau disertai kondisi seperti anak sulit minum, tampak sangat lemas, mengalami dehidrasi, sesak napas, kejang, atau gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.


Artikel Lainnya:Cara Atasi Anak Batuk Terus-Menerus dan Kenali Kapan Harus Segera ke Dokter

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

1. Mengapa anak sering demam saat mulai masuk sekolah?

Saat kembali ke sekolah, anak lebih sering berinteraksi dengan banyak orang sehingga risiko terpapar virus dan bakteri penyebab infeksi menjadi lebih tinggi. Selain itu, kelelahan dan kurang tidur juga dapat memengaruhi daya tahan tubuh.

2. Apakah anak panas malam hari selalu berbahaya?

Tidak selalu. Suhu tubuh memang cenderung sedikit meningkat pada malam hari. Namun, jika suhu mencapai 38°C atau lebih, berlangsung lama, atau disertai gejala seperti sesak napas, kejang, atau anak tampak sangat lemas, segera periksakan ke dokter.

3. Apa cara cepat menurunkan demam pada anak di rumah?

Pastikan anak cukup minum, beristirahat, mengenakan pakaian yang tipis dan nyaman, serta berikan obat penurun demam sesuai dosis bila diperlukan. Kompres air hangat juga dapat membantu membuat anak lebih nyaman.


Sumber:

  1. Kompas.com. Agar Anak Usia Sekolah Tak Sering Sakit. 12 Juli 2025. https://lifestyle.kompas.com/read/2025/07/12/124500620/agar-anak-usia-sekolah-tak-sering-sakit-
  2. Nemours KidsHealth. Fever in Kids. https://kidshealth.org/en/parents/fever.html
  3. bodrexin. Alasan Kenapa Anak Sering Demam Setelah Libur Sekolah. https://www.bodrexin.com/read/info-dan-tips/Alasan-Kenapa-Anak-Sering-Demam-Setelah-Libur-Sekolah