Momen kembali ke sekolah membawa semangat baru bagi anak sekaligus berbagai kekhawatiran bagi orang tua. Selain proses adaptasi dengan rutinitas dan lingkungan sekolah, kondisi kesehatan anak juga menjadi perhatian, termasuk ketika ia mengalami demam.
Demam dapat membuat
anak menjadi kurang aktif, sulit berkonsentrasi, dan tidak nyaman mengikuti
kegiatan belajar. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui cara
menjaga daya tahan tubuh anak sekaligus memahami langkah penanganan yang tepat
apabila anak mulai mengalami gejala demam.
Memasuki kembali lingkungan sekolah membuat anak lebih sering berinteraksi dan melakukan aktivitas bersama teman-temannya. Kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa risiko penularan penyakit cenderung meningkat.
Dokter spesialis anak, dr. Attila Dewanti Poerboyo, Sp.A(K), menjelaskan bahwa penularan penyakit di ruang kelas dapat terjadi dengan cepat, terutama jika ada anak yang sedang sakit tetapi tidak menggunakan masker. Karena itu, penggunaan masker saat anak sedang kurang sehat dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu mengurangi penyebaran penyakit di sekolah.
Selain faktor
lingkungan, sistem kekebalan tubuh anak usia sekolah juga masih terus
berkembang. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan
Harvard Health Publishing, paparan terhadap berbagai virus dan bakteri
merupakan bagian dari proses pembentukan sistem imun. Itulah sebabnya, anak
usia sekolah dapat mengalami infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) sekitar 6–8
kali dalam setahun, terutama pada masa awal masuk sekolah atau saat mulai
beradaptasi dengan lingkungan baru.
Hari pertama sekolah bukan hanya tentang menyiapkan seragam dan perlengkapan belajar. Orang tua juga perlu memastikan tubuh anak berada dalam kondisi prima. Berikut ini beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk mencegah demam pada anak agar ia dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, tetap aktif bermain, dan lebih siap mengikuti kegiatan belajar tanpa mudah jatuh sakit.
1. Pastikan Anak Cukup Tidur dan Aktif Bergerak
Biasakan kembali jadwal tidur anak agar lebih teratur sebelum sekolah dimulai. Anak juga tetap perlu aktif bergerak melalui bermain atau aktivitas fisik yang sesuai usianya. Namun, pastikan aktivitas tersebut diimbangi dengan waktu istirahat yang cukup agar anak tidak kelelahan.
Dukung daya tahan tubuh anak dengan makanan bergizi seimbang yang mengandung protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Jangan lupa biasakan Si Kecil sarapan sebelum sekolah agar memiliki energi untuk belajar dan beraktivitas. Pastikan juga kebutuhan cairannya terpenuhi dengan membiasakan anak minum air secara rutin dan membawa botol minum sendiri ke sekolah.
Lingkungan sekolah membuat anak lebih sering berinteraksi dengan orang lain. Karena itu, ajarkan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, bermain, atau batuk dan bersin. Anak juga perlu dibiasakan tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut sembarangan, tidak berbagi alat makan atau botol minum, serta menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.
Pastikan imunisasi Si Kecil sudah lengkap sesuai jadwal dan anjuran tenaga kesehatan. Selain itu, sebisa mungkin kurangi paparan asap rokok, debu, dan polusi yang dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan. Membiasakan anak membawa perlengkapan pribadi seperti botol minum dan tisu juga dapat membantu menjaga kebersihan selama berada di sekolah.
Sebelum
berangkat sekolah, perhatikan kondisi Si Kecil. Jika anak menunjukkan gejala
seperti demam, batuk, pilek, atau terlihat kurang fit, berikan waktu untuk
beristirahat dan pantau kondisinya. Anak yang berangkat dalam kondisi sehat akan
lebih nyaman mengikuti kegiatan belajar, bermain, dan beradaptasi dengan
lingkungan sekolah.
Demam pada anak umumnya merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi. Melansir Nemours KidsHealth, anak umumnya dikatakan mengalami demam ketika suhu tubuh mencapai 38°C atau lebih, meskipun batas tersebut dapat berbeda tergantung lokasi pengukuran suhu.
Beberapa tanda yang
dapat menyertai demam antara lain tubuh terasa hangat, anak menjadi lebih rewel
atau pendiam, menggigil, berkeringat, sakit kepala, serta napas atau denyut
jantung yang lebih cepat. Jika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda tersebut,
sebaiknya ukur suhu tubuh menggunakan termometer agar kondisi demam dapat
dipastikan dengan lebih akurat.
Untuk membantu Si Kecil tetap nyaman saat demam, pastikan ia mendapatkan cukup cairan dan waktu istirahat. Jika anak merasa tidak nyaman akibat demam, orang tua dapat memberikan obat penurun demam dengan Trusted Formula dan kandungan Paracetamol dapat membantu meredakan berbagai macam demam pada anak. Pastikan penggunaannya sesuai aturan dosis dan usia yang tercantum pada kemasan ya, Moms.
Jika demam tidak
kunjung membaik, berlangsung lebih lama, atau disertai kondisi seperti anak
sulit minum, tampak sangat lemas, mengalami dehidrasi, sesak napas, kejang,
atau gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter untuk
mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Artikel Lainnya:Cara Atasi Anak Batuk Terus-Menerus dan Kenali Kapan Harus Segera ke Dokter
Saat kembali ke sekolah, anak lebih sering berinteraksi dengan banyak orang sehingga risiko terpapar virus dan bakteri penyebab infeksi menjadi lebih tinggi. Selain itu, kelelahan dan kurang tidur juga dapat memengaruhi daya tahan tubuh.
Tidak selalu. Suhu tubuh memang cenderung sedikit meningkat pada malam hari. Namun, jika suhu mencapai 38°C atau lebih, berlangsung lama, atau disertai gejala seperti sesak napas, kejang, atau anak tampak sangat lemas, segera periksakan ke dokter.
Pastikan
anak cukup minum, beristirahat, mengenakan pakaian yang tipis dan nyaman, serta
berikan obat penurun demam sesuai dosis bila diperlukan. Kompres air hangat
juga dapat membantu membuat anak lebih nyaman.
Sumber: