Batuk menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami anak dan paling membuat anak tidak nyaman. Ketika batuk anak berlangsung terus-menerus, maka akan menggangu waktu istirahat, nafsu makan, hingga aktivitas sehari-hari si kecil.
Umumnya, batuk adalah refleks alami tubuh untuk
membersihkan saluran pernapasan dari lendir, debu, atau kuman. Lalu seperti apa
cara atasi anak batuk terus menerus yang tepat? Dan kapan kondisi ini perlu
segera diperiksakan ke dokter? Simak penjelasannya berikut.
Lalu, cara atasi anak batuk terus menerus yang tepat seperti apa? Dan kapan kondisi ini perlu segera diperiksakan ke dokter? Simak penjelasannya berikut.
Sebagian besar batuk pada anak disebabkan oleh infeksi virus, seperti flu, dan umumnya akan membaik dalam waktu 1–2 minggu. Namun, jika batuk berlangsung lebih lama, sering kambuh, atau disertai gejala lain, orang tua perlu lebih waspada karena bisa berkaitan dengan kondisi lain, seperti alergi, asma, pneumonia, hingga tuberkulosis (TBC).
Menurut dr. Wahyuni Indawati, Sp.A(K), batuk kronik
berulang merupakan batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu atau terjadi
lebih dari tiga kali dalam tiga bulan berturut-turut. Kondisi ini memerlukan
pemeriksaan dokter untuk mengetahui penyebabnya sehingga dapat diberikan
penanganan yang sesuai.
Melansir dari Boston Children’s Hospital, pada dasarnya batuk pada anak dapat muncul dengan karakteristik yang berbeda-beda. Mengenali jenis batuk dapat membantu orang tua memahami kemungkinan penyebab dan mengetahui bagaimana cara mengatasi flu batuk anak dengan lebih efektif. Yuk, simak beberapa jenis batuk yang wajib Moms simak berikut ini!
Batuk berdahak biasanya ditandai dengan adanya lendir atau dahak yang keluar saat batuk. Kondisi ini dapat terjadi ketika saluran pernapasan menghasilkan lendir lebih banyak, misalnya saat mengalami infeksi saluran pernapasan. Untuk membantu meredakan gejala, pastikan anak cukup minum dan beristirahat. Obat batuk yang sesuai dapat digunakan berdasarkan jenis dan usia anak serta mengikuti aturan pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan.
Batuk tidak berdahak atau batuk kering biasanya tidak disertai keluarnya lendir. Batuk jenis ini dapat membuat tenggorokan terasa gatal atau tidak nyaman dan mengganggu aktivitas maupun waktu tidur anak. Selain memastikan anak cukup minum dan beristirahat, obat yang sesuai untuk meredakan gejala dapat dipertimbangkan dengan memperhatikan usia dan aturan penggunaannya.
Batuk yang muncul bersamaan dengan pilek atau hidung tersumbat cukup sering terjadi saat anak mengalami infeksi saluran pernapasan. Selain batuk, anak mungkin mengalami bersin, hidung berair, atau tenggorokan tidak nyaman. Pastikan Si Kecil mendapatkan cukup cairan dan istirahat. Penanganan dapat disesuaikan dengan gejala yang dialami anak.
Batuk yang disertai
demam ringan dan pilek umumnya merupakan tanda infeksi ringan seperti flu. Namun,
orang tua perlu lebih waspada jika anak mengalami:
Kombinasi gejala tersebut dapat menjadi tanda infeksi
yang lebih serius, seperti pneumonia, sehingga perlu segera diperiksakan.
Apabila kondisi anak masih tergolong ringan dan tidak disertai tanda bahaya, beberapa langkah berikut dapat membantu meredakan batuk.
Cairan membantu mengencerkan lendir sehingga lebih mudah dikeluarkan dan mencegah dehidrasi.
Tidur dan istirahat membantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih optimal melawan infeksi.
Minuman hangat atau sup hangat dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman di tenggorokan pada anak yang sudah cukup besar.
Jika udara di rumah terasa kering, menjaga kelembapan ruangan dapat membantu mengurangi iritasi saluran napas.
Asap rokok dapat memperburuk batuk dan menghambat proses pemulihan anak.
Apabila diperlukan, cara mengatasi flu batuk anak yang juga bisa Moms lakukan adalah dengan memberikan obat sesuai dengan jenis flu batuk yang dialami.
Pada flu yang disertai batuk berdahak, berikan obat dengan kandungan guaifenesin yang berperan sebagai ekspektoran untuk membantu mengencerkan lendir sehingga lebih mudah dikeluarkan, serta kandungan Phenylephrine (dekongestan), yaitu obat yang digunakan untuk membantu meredakan hidung tersumbat akibat pilek atau alergi.
Lalu, untuk flu yang disertai batuk tidak berdahak, berikan
obat yang mengandung dextromethorphan yang bekerja sebagai penekan refleks
batuk. Pastikan penggunaannya pada anak tetap harus disesuaikan dengan usia dan
aturan pada kemasan ya, Moms!
Tidak semua batuk membutuhkan pemeriksaan dokter.
Namun, orang tua perlu lebih waspada jika batuk tidak kunjung membaik atau
disertai gejala tertentu. Segera periksakan Si Kecil ke dokter jika:
Jika terdapat tanda-tanda tersebut, sebaiknya jangan
hanya mengandalkan obat batuk yang dijual bebas. Pemeriksaan oleh dokter
diperlukan untuk mengetahui penyebab batuk dan menentukan penanganan yang
sesuai.
Artikel Lainnya:Banyak Main ke Tempat Baru, tapi Anak Bersin Terus-Menerus? Mungkin Ini Penyebabnya, Moms!
Batuk akibat infeksi virus umumnya membaik dalam 1–3 minggu. Namun, jika batuk berlangsung lebih lama atau semakin berat, sebaiknya periksakan ke dokter.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain napas cepat, dada tampak tertarik saat bernapas, bibir membiru, mengi, atau anak tampak sangat lemas.
Segera ke dokter
jika batuk berlangsung lebih dari 2–3 minggu, disertai demam tinggi, sesak
napas, batuk berdarah, atau anak sulit makan dan minum.
Sumber: