Liburan menjadi momen yang dinantikan
banyak keluarga untuk menghabiskan waktu bersama. Namun, keseruan berlibur bisa
berubah menjadi kekhawatiran ketika Si Kecil tiba-tiba mengalami demam. Kondisi
ini sering kali membuat anak menjadi rewel, kurang nafsu makan, hingga tidak
bersemangat mengikuti berbagai aktivitas yang telah direncanakan.
Sebenarnya, demam bukanlah penyakit,
melainkan respons alami tubuh saat melawan infeksi atau kondisi tertentu.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), sebagian besar kasus demam
pada anak disebabkan oleh infeksi virus dan dapat ditangani dengan perawatan
yang tepat di rumah, selama tidak disertai tanda bahaya. Karena itu, mengenali
penyebab demam dapat membantu orang tua mengambil langkah yang tepat
Infeksi virus merupakan penyebab demam yang
paling sering terjadi pada anak. Virus penyebab flu, pilek, hingga infeksi
saluran cerna dapat dengan mudah menular, terutama ketika anak berada di tempat
ramai seperti tempat wisata, bandara, atau area bermain.
Selain demam, anak biasanya mengalami pilek, batuk, sakit tenggorokan, atau tubuh terasa lemas. Sebagian besar infeksi virus dapat membaik dengan istirahat yang cukup, asupan cairan yang memadai, dan penanganan sesuai gejala.
Tidak semua demam disebabkan oleh virus.
Infeksi bakteri, seperti radang tenggorokan, infeksi telinga, atau infeksi
saluran kemih, juga dapat memicu demam yang umumnya lebih tinggi dan
berlangsung lebih lama.
Menurut The Lancet, infeksi bakteri pada anak memerlukan evaluasi medis yang tepat karena pada beberapa kasus dapat membutuhkan terapi antibiotik. Untuk memutuskannya, Mom perlu melakukan pengamatan pada anak. Jika demam berlangsung lebih tiga hari meski sudah mengonsumsi obat penurun demam, suhu tubuh lebih dari 38°C, atau disertai kondisi anak yang tampak lemas, sebaiknya segera periksakan ke dokter.
Saat liburan, anak biasanya lebih aktif
dibandingkan hari biasa. Bermain tanpa henti, berjalan jauh, atau terlalu lama
berada di bawah sinar matahari dapat membuat tubuh kelelahan.
Liburan di cuaca panas atau aktivitas luar
ruangan membuat anak lebih mudah kehilangan cairan tubuh.
Tawarkan air putih secara berkala, terutama setelah anak banyak bergerak. Anda juga dapat memberikan buah yang kaya kandungan air, seperti semangka atau jeruk, untuk membantu memenuhi kebutuhan cairannya.
Demam yang disertai batuk, pilek, hidung
tersumbat, atau nyeri tenggorokan umumnya berkaitan dengan infeksi saluran
pernapasan atas. Menurut JAMA Pediatrics, infeksi saluran pernapasan
akut merupakan salah satu penyebab tersering anak berobat, terutama pada usia
balita.
Untuk mengurangi risiko penularan, biasakan anak mencuci tangan dengan sabun, menggunakan etika batuk yang benar, dan menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.
Ketika anak mengalami demam saat liburan,
tetaplah tenang. Ukur suhu tubuh menggunakan termometer, pastikan anak
mendapatkan cukup cairan, kenakan pakaian yang nyaman, dan berikan waktu
istirahat yang cukup.
Segera cari pertolongan medis apabila demam
terjadi pada bayi di bawah usia 3 bulan, berlangsung lebih dari tiga hari,
disertai kejang, sesak nafas, anak sulit dibangunkan, atau muncul tanda bahaya
lainnya.
Artikel Lainnya:Cara Atasi Anak Flu dan Batuk Kering Terus-Menerus saat Cuaca Panas Ekstrem akibat El Nino
Anak umumnya dikatakan demam jika suhu tubuh mencapai 38°C atau lebih, diukur menggunakan termometer.
Sebaiknya aktivitas dibatasi dan anak diberi waktu untuk beristirahat agar tubuh dapat fokus melawan penyebab demam.
Siapkan termometer, obat penurun demam yang mengandung paracetamol,
cairan rehidrasi bila diperlukan, dan perlengkapan P3K dasar agar penanganan
awal dapat dilakukan dengan cepat.
Daftar Pustaka