5 Penyebab Demam pada Anak yang Sering Terjadi Saat Liburan

Demam
5 Penyebab Demam pada Anak yang Sering Terjadi Saat Liburan
Monday, 06 July 2026

Liburan menjadi momen yang dinantikan banyak keluarga untuk menghabiskan waktu bersama. Namun, keseruan berlibur bisa berubah menjadi kekhawatiran ketika Si Kecil tiba-tiba mengalami demam. Kondisi ini sering kali membuat anak menjadi rewel, kurang nafsu makan, hingga tidak bersemangat mengikuti berbagai aktivitas yang telah direncanakan.

Sebenarnya, demam bukanlah penyakit, melainkan respons alami tubuh saat melawan infeksi atau kondisi tertentu. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), sebagian besar kasus demam pada anak disebabkan oleh infeksi virus dan dapat ditangani dengan perawatan yang tepat di rumah, selama tidak disertai tanda bahaya. Karena itu, mengenali penyebab demam dapat membantu orang tua mengambil langkah yang tepat untuk meredakan demam si kecil.


1. Demam Akibat Infeksi Virus (Flu, Pilek, dan Lainnya)

Infeksi virus merupakan penyebab demam yang paling sering terjadi pada anak. Virus penyebab flu, pilek, hingga infeksi saluran cerna dapat dengan mudah menular, terutama ketika anak berada di tempat ramai seperti tempat wisata, bandara, atau area bermain.

Selain demam, anak biasanya mengalami pilek, batuk, sakit tenggorokan, atau tubuh terasa lemas. Sebagian besar infeksi virus dapat membaik dengan istirahat yang cukup, asupan cairan yang memadai, dan penanganan sesuai gejala.


2. Demam Akibat Infeksi Bakteri

Tidak semua demam disebabkan oleh virus. Infeksi bakteri, seperti radang tenggorokan, infeksi telinga, atau infeksi saluran kemih, juga dapat memicu demam yang umumnya lebih tinggi dan berlangsung lebih lama.

Menurut The Lancet, infeksi bakteri pada anak memerlukan evaluasi medis yang tepat karena pada beberapa kasus dapat membutuhkan terapi antibiotik. Untuk memutuskannya, Mom perlu melakukan pengamatan pada anak. Jika demam berlangsung lebih tiga hari meski sudah mengonsumsi obat penurun demam, suhu tubuh lebih dari 38°C, atau disertai kondisi anak yang tampak lemas, sebaiknya segera periksakan ke dokter.


3. Demam Setelah Kelelahan atau Aktivitas Berlebih

Saat liburan, anak biasanya lebih aktif dibandingkan hari biasa. Bermain tanpa henti, berjalan jauh, atau terlalu lama berada di bawah sinar matahari dapat membuat tubuh kelelahan.

Aktivitas fisik yang berlebihan atau terlalu lama berada di bawah terik matahari dapat meningkatkan suhu tubuh sementara. Kondisi ini berbeda dengan demam akibat infeksi, tetapi tetap dapat membuat anak merasa tidak nyaman. Selain itu, kelelahan juga dapat membuat daya tahan tubuh menurun sehingga anak lebih rentan terserang infeksi penyebab demam.


4. Demam karena Dehidrasi

Liburan di cuaca panas atau aktivitas luar ruangan membuat anak lebih mudah kehilangan cairan tubuh. Kekurangan cairan membuat tubuh lebih sulit mengatur suhu sehingga suhu tubuh dapat meningkat, terutama saat cuaca panas atau setelah banyak beraktivitas.

Tawarkan air putih secara berkala, terutama setelah anak banyak bergerak. Anda juga dapat memberikan buah yang kaya kandungan air, seperti semangka atau jeruk, untuk membantu memenuhi kebutuhan cairannya.


5. Demam yang Disertai Gejala Saluran Pernapasan

Demam yang disertai batuk, pilek, hidung tersumbat, atau nyeri tenggorokan umumnya berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan atas. Menurut JAMA Pediatrics, infeksi saluran pernapasan akut merupakan salah satu penyebab tersering anak berobat, terutama pada usia balita.

Untuk mengurangi risiko penularan, biasakan anak mencuci tangan dengan sabun, menggunakan etika batuk yang benar, dan menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.


Pertolongan Pertama saat Anak Demam

Ketika anak mengalami demam saat liburan, tetaplah tenang. Ukur suhu tubuh menggunakan termometer, pastikan anak mendapatkan cukup cairan, kenakan pakaian yang nyaman, dan berikan waktu istirahat yang cukup.

Bila suhu tubuh anak mencapai 38°C atau lebih atau lebih dan anak tampak tidak nyaman, obat penurun panas dengan trusted formula paracetamol dapat diberikan sesuai dosis berdasarkan usia atau berat badan. Karena demam dapat muncul kapan saja, terutama saat bepergian, tidak ada salahnya melengkapi kotak P3K perjalanan dengan termometer dan obat penurun demam yang mengandung paracetamol agar penanganan awal dapat dilakukan dengan lebih cepat bila diperlukan.

Segera cari pertolongan medis apabila demam terjadi pada bayi di bawah usia 3 bulan, berlangsung lebih dari tiga hari, disertai kejang, sesak nafas, anak sulit dibangunkan, atau muncul tanda bahaya lainnya.


Artikel Lainnya:Cara Atasi Anak Flu dan Batuk Kering Terus-Menerus saat Cuaca Panas Ekstrem akibat El Nino


FAQ

1. Kapan anak dikatakan mengalami demam?

Anak umumnya dikatakan demam jika suhu tubuh mencapai 38°C atau lebih, diukur menggunakan termometer.

2. Bolehkah anak tetap bermain saat sedang demam?

Sebaiknya aktivitas dibatasi dan anak diberi waktu untuk beristirahat agar tubuh dapat fokus melawan penyebab demam.

3. Apa yang perlu dibawa saat liburan untuk mengantisipasi demam pada anak?

Siapkan termometer, obat penurun demam yang mengandung paracetamol, cairan rehidrasi bila diperlukan, dan perlengkapan P3K dasar agar penanganan awal dapat dilakukan dengan cepat.

Daftar Pustaka

  1. American Academy of Pediatrics. Fever and Your Child.
  2. Thompson M, et al. Recognising Serious Infection in Febrile Children. The Lancet.
  3. Ralston SL, et al. Management of Acute Respiratory Infections in Children. JAMA Pediatrics.