Saat anak demam di malam hari, rasa
khawatir memang sering datang lebih besar, ya Moms. Apalagi ketika si Kecil
jadi rewel, sulit tidur, atau badannya terasa semakin hangat saat malam tiba.
Di sisi lain, suasana malam yang lebih sepi dan akses ke fasilitas kesehatan
yang terbatas juga bisa membuat Moms merasa bingung harus mulai dari mana.
Meski begitu, Moms tidak perlu langsung
panik. Demam umumnya merupakan cara tubuh si Kecil melawan infeksi, baik karena
virus maupun bakteri. Artinya, saat suhu tubuh meningkat, sistem imun anak
sedang bekerja untuk membantu proses pemulihan tubuhnya. Menurut American
Academy of Pediatrics, demam pada anak biasanya bukan kondisi berbahaya jika
masih bisa dipantau dengan baik di rumah.
Yang terpenting, Moms tetap sigap memperhatikan kondisi si Kecil, memastikan ia cukup istirahat dan minum, serta membantu menjaga tubuhnya tetap nyaman agar demamnya tidak semakin mengganggu waktu istirahatnya
Saat tubuh anak terasa panas, langkah
pertama yang perlu dilakukan adalah mengukur suhu tubuh menggunakan termometer.
Hindari hanya mengandalkan rabaan tangan karena hasilnya bisa kurang akurat.
Gunakan termometer digital untuk membantu
mengetahui suhu tubuh si Kecil. Demam umumnya ditandai dengan suhu tubuh di
atas 38°C. Pengukuran suhu dapat dilakukan melalui ketiak, mulut, telinga, atau
rektal sesuai usia anak dan jenis termometer yang digunakan.
Selain mengukur suhu, Moms juga perlu memperhatikan kondisi umum anak, seperti apakah anak masih mau minum, tetap responsif, atau tampak sangat lemas.
Saat anak demam, sebagian orang tua masih berpikir bahwa tubuh harus dibungkus dengan pakaian tebal atau selimut berlapis agar “keringatan”. Padahal, cara ini justru bisa membuat panas tubuh semakin sulit keluar. Ganti baju anak dengan pakaian yang tipis, lembut, dan nyaman agar suhu tubuh anak lebih mudah menurun. Gunakan juga ruangan dengan sirkulasi udara yang baik agar anak tidak merasa gerah.
Saat demam, tubuh anak kehilangan lebih
banyak cairan melalui keringat dan peningkatan suhu tubuh. Jika kebutuhan
cairan tidak terpenuhi, anak lebih berisiko mengalami dehidrasi. Karena itu,
Moms perlu memastikan si Kecil tetap cukup minum. Berikan air putih, ASI, susu,
atau cairan lain sesuai usia anak agar asupan cairannya tetap cukup.
Penelitian dalam Pediatrics in Review menegaskan bahwa pemenuhan cairan menjadi salah satu langkah penting dalam penanganan demam pada anak di rumah.
Jika suhu tubuh anak mencapai lebih dari
38°C hingga membuatnya tidak nyaman dan sulit tidur, Moms dapat memberikan obat
penurun demam yang mengandung paracetamol. Pastikan penggunaan obat sesuai
petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter.
Selain itu, tetap pantau kondisi anak
sepanjang malam. Jika demam tidak membaik, muncul sesak napas, kejang, muntah
terus-menerus, atau anak tampak sangat lemas, segera konsultasikan ke dokter.
Demam pada anak, khsusunya di malam hari
memang bisa membuat Moms khawatir. Namun dengan langkah yang tepat dan tetap
tenang, kondisi anak biasanya dapat ditangani di rumah sambil terus dipantau
perkembangannya.
Artikel Lainnya:Faktanya, 5 Barang di Rumah Ini Pemicu Pilek Alergi pada Anak
Referensi