Melihat Si Kecil tiba-tiba demam tentu bisa membuat Moms panik. Apalagi ketika suhu tubuh meningkat, anak biasanya menjadi lebih rewel, sulit tidur, atau kehilangan nafsu makan. Dalam kondisi seperti ini, obat penurun demam pada anak dapat diberikan untuk membantu membuat anak lebih nyaman.
Namun, dari berbagai pilihan obat penurun demam yang tersedia, paracetamol sirup anak menjadi salah satu pilihan yang banyak digunakan. Bukan tanpa alasan, kandungan paracetamol telah digunakan selama bertahun-tahun untuk membantu meredakan demam dan nyeri pada anak dengan profil keamanan yang sudah lama dikenal.
Lantas, apa yang membuat paracetamol menjadi pilihan untuk demam pada anak? Yuk, simak penjelasannya!
Paracetamol atau acetaminophen merupakan obat yang memiliki efek antipiretik, yaitu membantu menurunkan suhu tubuh saat demam, sekaligus memiliki efek analgesik untuk membantu meredakan nyeri. Menurut Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, paracetamol bekerja dengan menghambat produksi zat yang berperan dalam proses peradangan dan pemicu demam di dalam tubuh. Paracetamol tersedia dalam berbagai bentuk sediaan, termasuk sirup, sehingga dapat menjadi pilihan yang lebih mudah diberikan kepada anak.
Salah satu alasan paracetamol banyak digunakan adalah karena kandungan ini memang memiliki efek antipiretik untuk membantu menurunkan demam sekaligus membantu meredakan nyeri yang menyertai kondisi sakit tertentu.
Selain efektif menurunkan demam pada anak, berikut ini beberapa alasan mengapa orang tua sebaiknya memilih paracetamol ketika anak mulai demam:
Dibandingkan mencari obat berdasarkan tren atau sekadar ikut rekomendasi orang lain, Moms sebaiknya mempertimbangkan obat yang memiliki rekam penggunaan panjang dan telah dipercaya masyarakat. Paracetamol sendiri telah lama digunakan sebagai obat penurun demam dan pereda nyeri. Pedoman klinis juga mencantumkan paracetamol sebagai salah satu pilihan antipiretik untuk anak dengan dosis yang disesuaikan dengan berat badan. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan penting ketika Moms sedang memilih obat demam anak untuk disiapkan di rumah.
Paracetamol dan ibuprofen sama-sama dapat digunakan sebagai obat penurun demam pada kondisi tertentu. Namun, paracetamol memiliki catatan penggunaan yang sudah lama sehingga profil keamanannya telah banyak dipelajari. Pedoman NICE mengenai demam pada anak menyebutkan bahwa paracetamol dan ibuprofen sama-sama efektif sebagai antipiretik, sementara paracetamol memiliki longer established safety record.
Meski begitu, bukan berarti paracetamol boleh diberikan sembarangan. Dosis tetap harus mengikuti aturan pada kemasan atau anjuran dokter, terutama karena kebutuhan obat anak perlu mempertimbangkan usia dan berat badan.
Untuk anak yang belum bisa menelan tablet, bentuk cair seperti paracetamol sirup anak bisa menjadi pilihan yang praktis. Namun, jangan lupa untuk selalu membaca konsentrasi dan aturan dosis pada kemasan. Kementerian Kesehatan juga mengingatkan agar orang tua tidak memberikan produk paracetamol dewasa kepada anak karena konsentrasi obat dapat berbeda. Gunakan alat takar yang disertakan dan jangan menggunakan sendok makan rumah tangga untuk mengukur dosis.
Baca juga: Selain Sirup, Tablet Sama Baiknya untuk Turunkan Demam
Jika dirangkum, paracetamol memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya menjadi pilihan yang umum digunakan untuk membantu mengatasi demam pada anak, diantaranya adalah sebagai berikut:
Namun, perlu digarisbawahi bahwa pemilihan obat harus disesuaikan dengan kondisi anak dan petunjuk penggunaan ya, Moms!
Selain kandungan aktif, ada beberapa hal yang sebaiknya Moms pertimbangkan ketika memilih obat demam anak.
Pastikan obat memang ditujukan untuk membantu mengatasi demam dan sesuai dengan usia anak. Periksa kandungan aktif dan konsentrasi obat pada kemasan sebelum memberikannya.
Jangan menentukan dosis hanya berdasarkan perkiraan. Untuk paracetamol, dosis perlu disesuaikan dengan berat badan dan konsentrasi sediaan yang digunakan. Jika Moms ragu mengenai dosis yang tepat, tanyakan kepada dokter atau apoteker.
Ini penting, terutama jika Si Kecil juga sedang mengonsumsi obat lain untuk flu atau batuk. Periksa komposisi setiap obat agar tidak tanpa sengaja memberikan paracetamol dari dua produk sekaligus. Pemberian paracetamol berlebihan dapat menyebabkan overdosis dan berisiko menyebabkan kerusakan hati. Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya membaca label dan memastikan dosis yang diberikan sesuai.
Untuk obat anak, Moms tentu ingin memilih produk yang bukan hanya praktis, tetapi juga memiliki pengalaman panjang dalam membantu keluarga Indonesia.
Obat penurun demam dapat membantu membuat Si Kecil lebih nyaman, tetapi tidak mengatasi penyebab utama demam. Karena itu, Moms tetap perlu memperhatikan kondisi anak secara keseluruhan. Segera konsultasikan dengan dokter apabila demam disertai kondisi seperti:
Artikel Lainnya: Persiapan Kembali ke Sekolah, Cara Mencegah Demam pada Anak Agar Dapat Belajar dengan Lebih Nyaman
Paracetamol dapat digunakan untuk membantu meredakan demam pada anak apabila diberikan sesuai usia, berat badan, konsentrasi produk, dan dosis yang dianjurkan. Jangan memberikan dosis lebih banyak atau lebih sering dari aturan yang tercantum pada kemasan.
Keduanya sama-sama dapat digunakan sebagai penurun demam, tetapi memiliki karakteristik berbeda. Paracetamol memiliki efek antipiretik dan analgesik, sementara ibuprofen juga memiliki efek antiinflamasi. Paracetamol juga memiliki rekam keamanan yang sudah lama dikenal. Pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi anak.
Dosis paracetamol anak perlu disesuaikan dengan berat badan, usia, dan konsentrasi produk. Karena konsentrasi setiap sediaan dapat berbeda, jangan menentukan dosis hanya berdasarkan jumlah sendok. Periksa label produk dan gunakan alat takar yang tersedia. Bila masih ragu, konsultasikan dengan dokter atau apoteker.
Source: