Cuaca panas ekstrem akibat El Nino ternyata
bukan hanya membuat anak lebih mudah gerah dan haus, tetapi juga bisa
memengaruhi kesehatan saluran pernapasan. Banyak orang tua bingung, kenapa saat
cuaca sedang panas-panasnya anak justru mengalami flu dan batuk?
Ternyata, cuaca panas dan udara kering
dapat membuat saluran napas anak lebih sensitif dan mudah teriritasi. Ditambah
lagi, perubahan suhu yang drastis, misalnya dari luar yang terik lalu masuk ke
ruangan ber-AC dingin, juga dapat memengaruhi daya tahan tubuh si Kecil.
Kondisi ini membuat virus lebih mudah menyerang, sementara tenggorokan yang
kering bisa memicu batuk terus-menerus.
Menurut penelitian Environmental Health
Perspectives yang menyebutkan bahwa suhu ekstrem dan kualitas udara yang buruk
dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada anak, termasuk flu, iritasi
tenggorokan, dan batuk.
Penting juga bagi Moms untuk mengetahui langkah penanganan yang bisa dilakukan untuk mengatasi flu dan batuk kering pada anak.
Saat cuaca panas, tubuh anak lebih mudah
kehilangan cairan. Tenggorokan yang kering bisa membuat batuk semakin sering
muncul. Pastikan si Kecil minum cukup air putih, susu, atau cairan lain sesuai
usianya. Buah dengan kandungan air tinggi seperti semangka dan jeruk juga bisa
membantu menjaga hidrasi tubuh anak.
Menurut penelitian dalam jurnal Pediatrics, kebutuhan cairan yang tercukupi membantu menjaga kelembapan saluran napas dan mendukung proses pemulihan saat anak sakit.
Ruangan yang terlalu panas atau terlalu
dingin sama-sama bisa membuat tenggorokan anak terasa tidak nyaman. Jika
menggunakan AC, atur suhu sekitar 22°C hingga 24°C dan
hindari udara yang terlalu dingin langsung mengenai tubuh anak.
Selain itu, usahakan sirkulasi udara di rumah tetap baik dan hindari paparan asap rokok maupun debu yang dapat memicu batuk semakin sering. Untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan ber-Ac tetap bersih dan sehat, Moms juga bisa menggunakan humidifier.
Saat flu dan batuk, nafsu makan anak
biasanya menurun. Padahal tubuh tetap membutuhkan nutrisi agar proses pemulihan
berjalan optimal. Moms bisa memberikan makanan hangat seperti sup, kaldu, atau
makanan rumahan yang lembut dan mudah ditelan. Cairan hangat juga membantu
tenggorokan terasa lebih nyaman.
Penelitian dalam Journal of Family Practice menyebutkan bahwa cairan hangat dapat membantu meredakan iritasi tenggorokan dan mengurangi rasa tidak nyaman akibat batuk.
Tubuh membutuhkan waktu istirahat agar sistem imun dapat bekerja lebih maksimal melawan infeksi. Karena itu, pastikan anak mendapatkan tidur yang cukup, terutama di malam hari. Buat suasana kamar lebih nyaman dan tenang agar si Kecil bisa tidur lebih nyenyak meski sedang flu dan batuk.
Jika flu dan batuk kering terus mengganggu
aktivitas maupun waktu tidur anak, Moms dapat memberikan obat yang
diformulasikan khusus untuk membantu meredakan flu disertai batuk tidak berdahak
dengan kandungan Paracetamol, Phenylephrine HCI, Guaifenesin, Bromhexine HCI,
dan Chlorphenamine Maleate.
Pemilihan obat sesuai jenis batuk dapat
membantu meredakan keluhan dengan lebih efektif. Pastikan Moms selalu membaca
aturan penggunaan dan menyesuaikan dosis dengan usia anak. Bila gejala tidak
membaik, disertai sesak napas, demam tinggi, atau anak tampak sangat lemas,
segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Cuaca panas ekstrem memang dapat membuat
anak lebih rentan mengalami gangguan pernapasan ringan. Namun dengan perawatan
sederhana di rumah dan perhatian pada kebutuhan cairan serta istirahatnya,
kondisi si Kecil biasanya bisa berangsur membaik.
Artikel Lainnya:Anak Panas Demam di Malam Hari? Jangan Panik, Ikuti Langkah Berikut Ini ya Moms!
Referensi