Saat anak mengalami flu, sering kali keluhan tersebut disertai dengan batuk. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Pediatric Respiratory Reviews, batuk pada anak merupakan mekanisme pertahanan alami tubuh untuk membersihkan saluran napas dari lendir, mikroorganisme, maupun partikel asing. Kondisi terjadi karena infeksi virus pada saluran pernapasan dapat memicu produksi lendir sekaligus menimbulkan iritasi pada tenggorokan. Meski terlihat serupa, batuk pada anak ternyata memiliki beberapa jenis yang berbeda, terutama batuk kering dan batuk berdahak.
Perbedaan jenis batuk ini penting untuk dipahami oleh Moms. Pasalnya, penanganan yang diberikan biasanya disesuaikan dengan gejala yang muncul. Dengan mengenali jenis batuk sejak awal, Moms dapat membantu memberikan penanganan yang lebih tepat sehingga proses pemulihan anak bisa berlangsung lebih cepat dan nyaman.
Saat anak terserang flu, batuk yang muncul bisa berbeda-beda tergantung kondisi saluran pernapasannya. Secara umum, batuk pada anak dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu batuk berdahak dan batuk kering.
Batuk berdahak biasanya terjadi ketika tubuh memproduksi lendir lebih banyak untuk membantu membersihkan saluran pernapasan dari kuman atau iritan. Gejala yang sering terlihat antara lain:
Sementara itu, batuk kering umumnya disebabkan oleh iritasi pada tenggorokan tanpa adanya produksi lendir yang signifikan. Gejalanya antara lain:
Karena jenis batuk memiliki karakteristik yang berbeda, pemilihan obat juga sebaiknya disesuaikan dengan gejala yang dialami anak. Memberikan obat yang tepat dapat membantu meredakan keluhan dengan lebih efektif.
Pada batuk berdahak, obat biasanya berfungsi membantu mengencerkan atau mengeluarkan lendir sehingga saluran pernapasan menjadi lebih lega. Untuk batuk berdahak, Moms bisa memberikan obat batuk yang memiliki kandungan seperti Phenylephrine HCl, Guafenesin, Bromhexine HCl dan Chlorphenamine Maleate . Sedangkan pada batuk kering, obat lebih difokuskan untuk meredakan iritasi pada tenggorokan dan mengurangi refleks batuk yang terlalu sering.Untuk itu, moms bisa berikan obat flu & batuk dengan kandungan Phenylephrine HCl, Diphenhydramine HCl dan Chlorphenamine Maleate.
Sebuah tinjauan ilmiah dalam jurnal Paediatrics & Child Health menyebutkan bahwa terapi batuk pada anak sebaiknya diberikan berdasarkan jenis dan penyebab batuk, agar pengobatan lebih efektif serta membantu mempercepat proses pemulihan.
Selain pemberian obat yang sesuai, pastikan anak juga mendapatkan istirahat yang cukup, minum air yang cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi untuk mendukung proses penyembuhan.
Bagi Moms, mengenali gejala awal flu dan batuk pada anak merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatannya. Flu biasanya diawali dengan beberapa tanda seperti bersin-bersin, hidung berair, tenggorokan tidak nyaman, hingga demam ringan.
Memahami perbedaan antara batuk kering dan batuk berdahak juga membantu Moms memilih obat yang sesuai dengan kondisi anak. Dengan penanganan yang tepat dan cepat, anak bisa merasa lebih nyaman dan pulih lebih optimal dari flu dan batuk yang dialaminya.
Pada akhirnya, perhatian kecil dari Moms dalam mengenali gejala anak sejak awal dapat membuat proses pemulihan berjalan lebih cepat dan membantu si Kecil kembali aktif seperti biasa.
Artikel lainnya:Mengenal Paracetamol Obat Demam yang Aman untuk Anak
Daftar Pustaka
1. Chang, A. B. (2010). Cough in Children: Definitions and Clinical Evaluation. Pediatric Respiratory Reviews.
2. Worrall, G. (2011). Common Cold and Cough in Children. Canadian Family Physician.
3. Goldman, R. D. (2014). Management of Cough in Children. Paediatrics & Child Health.