Liburan yang seharusnya penuh keseruan bisa
berubah menjadi kurang nyaman ketika Si Kecil mulai bersin-bersin terus setelah
mengunjungi tempat baru. Tak jarang, keluhan ini juga disertai hidung berair
atau tersumbat sehingga anak menjadi kurang nyaman menikmati aktivitas selama
liburan.
Sebenarnya, bersin merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan partikel asing, seperti debu, serbuk sari, atau virus, dari saluran hidung. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali penyebabnya agar penanganan yang diberikan sesuai dengan kondisi anak.
Selama liburan, ada dua penyebab utama yang paling sering membuat anak bersin-bersin, yaitu paparan alergen dan infeksi virus.
Saat mengunjungi tempat wisata, taman,
kebun, atau area terbuka lainnya, anak dapat terpapar berbagai alergen seperti
debu, tungau, serbuk sari, maupun bulu hewan. Pada anak yang memiliki alergi,
paparan tersebut dapat memicu bersin berulang, hidung berair, hidung tersumbat,
hingga rasa gatal pada hidung atau mata.
Menurut American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (AAAAI), debu, tungau, serbuk sari, dan bulu hewan merupakan beberapa pemicu paling umum terjadinya rinitis alergi pada anak.
Tempat wisata, bandara, stasiun, atau pusat
perbelanjaan yang ramai juga meningkatkan risiko penularan virus penyebab flu.
Selain bersin, anak biasanya mengalami gejala lain seperti pilek, batuk, nyeri
tenggorokan, badan terasa kurang nyaman, atau demam.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), infeksi virus saluran pernapasan atas merupakan salah satu penyebab tersering pilek dan bersin pada anak.
Membedakan Pilek Alergi & Flu Pilek
Sekilas, gejala alergi dan flu memang
tampak mirip. Namun, ada beberapa perbedaan yang dapat membantu Moms
mengenalinya.
|
Alergi |
Flu |
|
Bersin berulang |
Bersin disertai pilek dan batuk |
|
Hidung atau mata
terasa gatal |
Nyeri tenggorokan |
|
Tidak disertai
demam |
Sering disertai demam |
|
Muncul segera setelah terpapar alergen |
Gejala berkembang bertahap akibat
infeksi virus |
|
Anak umumnya tetap aktif |
-Anak cenderung tampak lemas atau
kurang bersemangat |
Bila Moms masih ragu membedakannya, konsultasikan dengan dokter, terutama jika keluhan berlangsung cukup lama atau semakin berat.
Agar Si Kecil tetap nyaman selama
bepergian, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko munculnya
gejala.
Apabila gejala mengarah pada pilek alergi
dan membuat anak merasa tidak nyaman, Moms dapat memberikan obat pilek alergi
yang mengandung Phenylephrine HCI dan Chlorphenamine Maleateuntuk sesuai aturan
pakai atau anjuran dokter.
Pengobatan yang tepat dapat membantu
meredakan gejala seperti bersin berulang, hidung berair, maupun hidung
tersumbat sehingga anak dapat kembali beraktivitas dengan lebih nyaman.
Namun, apabila keluhan disertai demam
tinggi, sesak napas, anak tampak sangat lemas, atau gejala tidak membaik
setelah beberapa hari, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan
pemeriksaan lebih lanjut.
Dengan mengenali penyebab bersin sejak
awal, Moms dapat memberikan penanganan yang lebih tepat sehingga Si Kecil tetap
nyaman menikmati setiap momen liburan bersama keluarga.
Artikel Lainnya:5 Penyebab Demam pada Anak yang Sering Terjadi Saat Liburan
Alergi biasanya ditandai bersin berulang, hidung atau mata gatal, tanpa demam. Sementara flu sering disertai demam, batuk, nyeri tenggorokan, dan badan terasa tidak enak.
Udara dingin tidak selalu menjadi penyebab langsung, tetapi dapat mengiritasi saluran hidung atau memicu gejala pada anak yang memiliki alergi atau hidung sensitif.
Segera periksakan anak jika bersin disertai demam tinggi, sesak napas, tampak
sangat lemas, atau keluhan tidak membaik setelah beberapa hari.
Daftar Pustaka