Pilek alergi pada anak seringkali datang tanpa disadari penyebabnya. Si Kecil bisa tiba-tiba bersin, hidung meler, atau tersumbat, padahal tidak sedang flu. Kondisi ini kerap dipicu oleh alergi yang justru berasal dari dalam rumah sendiri. Tanpa disadari, beberapa barang yang terlihat bersih dan aman ternyata bisa menjadi “sarang” debu dan tungau, yang memicu reaksi alergi. Karena itu, penting bagi Mom untuk mengenali sumber-sumber tersembunyi ini agar gejala pilek alergi pada anak bisa diminimalkan.
Berikut lima barang di rumah yang sering menjadi pemicu pilek alergi:
Boneka, terutama yang berbahan kain atau berbulu, adalah tempat favorit bagi debu dan tungau untuk berkembang. Apalagi jika sering dipeluk atau dibawa tidur oleh si Kecil. Partikel kecil dari debu dan tungau ini dapat terhirup dan memicu bersin serta hidung meler. Dalam sebuah publikasi di Journal of Allergy and Clinical Immunology disebutkan bahwa paparan alergen dalam rumah seperti tungau debu yang menempel pada benda berbahan kain merupakan pemicu utama rhinitis alergi pada anak.
Karpet memberikan kenyamanan saat bermain, tetapi juga menjadi tempat menempelnya debu, kotoran, dan alergen lainnya. Jika tidak rutin dibersihkan, karpet bisa menjadi sumber utama pilek alergi. Saat anak bermain atau berjalan di atasnya, partikel halus dapat terangkat ke udara dan terhirup.
Gorden sering luput dari perhatian saat membersihkan rumah. Padahal, kain gorden mudah menangkap debu dari udara, terutama jika jendela sering dibuka. Dalam jangka waktu lama, debu yang menumpuk bisa menjadi pemicu alergi pada anak, terutama saat gorden tersentuh atau tertiup angin.
Sofa atau kursi dengan lapisan kain juga dapat menyimpan debu dan tungau. Berbeda dengan furnitur berbahan kulit atau kayu, permukaan kain lebih sulit dibersihkan secara menyeluruh. Menurut American Academy of Allergy, Asthma & Immunology, alergen dalam rumah seperti tungau debu paling sering ditemukan pada benda-benda berlapis kain yang jarang dibersihkan secara optimal.
Seprai, sarung bantal, dan selimut adalah tempat yang sangat dekat dengan anak setiap hari. Tanpa perawatan rutin, benda-benda ini bisa menjadi sarang tungau debu. Kondisi ini sering menyebabkan anak bersin di pagi hari setelah bangun tidur. Bahkan, penelitian yang dimuat dalam Allergy Journal menyebutkan bahwa paparan tungau debu dari tempat tidur merupakan salah satu faktor risiko terbesar terjadinya alergi pernapasan pada anak.
Artikel Lainnya:Anak Sering Bersin-Bersin? Berikut 6 Penyebab Alergi Anak yang Paling Umum Terjadi!
Menjaga kebersihan rumah bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berperan penting dalam kesehatan si Kecil. Dengan mengenali barang-barang yang berpotensi menjadi pemicu alergi, Mom bisa mengambil langkah sederhana seperti mencuci secara rutin, menggunakan vacuum cleaner, atau memilih bahan yang lebih mudah dibersihkan.Jika pilek alergi pada anak sering kambuh ataupun berkepanjangan, Moms bisa coba redakan dengan obat pereda pilek alergi yang mengandung Phenylephrine HCl dan Chlorpheniramine Maleate yang dapat meredakan gejala bersin-bersin dan hidung tersumbat karena alergi agar aktivitas anak tetap nyaman setiap hari.
Idealnya, boneka dicuci minimal 1–2 minggu sekali untuk mengurangi penumpukan debu dan tungau.
Tidak harus, tetapi pilih karpet yang mudah dibersihkan dan rutin divacuum atau dicuci.
Seprai sebaiknya diganti minimal seminggu sekali untuk menjaga kebersihan dari tungau.
Tidak selalu, tetapi risiko dapat dikurangi dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari pemicu.
Daftar Referensi