Anak Sering Bersin-Bersin? Berikut 6 Penyebab Alergi Anak yang Paling Umum Terjadi!

Pilek Alergi
Anak Sering Bersin-Bersin? Berikut 6 Penyebab Alergi Anak yang Paling Umum Terjadi!
Monday, 27 April 2026

Bersin pada anak sering kali dianggap hal sepele, apalagi jika tidak disertai demam atau gejala berat lainnya. Namun, jika si Kecil sering bersin berulang, terutama pada waktu atau kondisi tertentu saja, bisa jadi itu merupakan tanda alergi. Memahami pemicunya sejak dini penting agar Mom bisa memberikan penanganan yang tepat sekaligus mencegah gejala berulang.

Berikut enam penyebab alergi pada anak yang paling umum terjadi:

1. Debu dan Tungau

Debu rumah tangga merupakan salah satu pemicu utama alergi pada anak. Di dalamnya terdapat tungau mikroskopis yang hidup di kasur, bantal, karpet, hingga sofa. Paparan ini sering memicu bersin, terutama di pagi hari setelah bangun tidur atau saat berada di ruangan yang kurang bersih. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Allergy and Clinical Immunology disebutkan bahwa paparan tungau debu rumah merupakan salah satu penyebab utama rhinitis alergi pada anak.

2. Bulu Hewan Peliharaan

Meski terlihat bersih, hewan peliharaan seperti kucing dan anjing dapat memicu alergi. Bukan hanya bulunya, tetapi juga serpihan kulit mati (dander), air liur, dan urin yang dapat menyebar di udara. Partikel ini mudah terhirup dan memicu bersin, hidung meler, hingga mata terasa gatal.

3. Serbuk Sari (Pollen)

Serbuk sari dari pohon, rumput, atau tanaman berbunga juga menjadi pemicu alergi yang umum, terutama saat anak beraktivitas di luar ruangan. Gejala biasanya muncul secara musiman. Menurut American Academy of Allergy, Asthma & Immunology, pollen termasuk salah satu alergen luar ruangan yang paling sering menyebabkan alergi pernapasan pada anak.

4. Jamur dan Spora

Lingkungan yang lembap menjadi tempat ideal bagi jamur untuk tumbuh. Spora jamur yang beterbangan di udara dapat terhirup dan memicu reaksi alergi. Area seperti kamar mandi, dapur, atau sudut rumah yang kurang terkena sinar matahari perlu lebih diperhatikan kebersihannya.

5. Polusi Udara dan Asap

Paparan asap rokok, polusi kendaraan, atau aroma bahan kimia yang tajam dapat mengiritasi saluran pernapasan anak. Meskipun bukan alergen utama, zat-zat ini dapat memperburuk kondisi alergi yang sudah ada. Bahkan, World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa polusi udara berkontribusi terhadap meningkatnya gangguan pernapasan pada anak, termasuk gejala yang menyerupai alergi.

6. Suhu Dingin

Udara dingin juga bisa menjadi pemicu bersin, terutama pada anak dengan sensitivitas tinggi. Perubahan suhu yang drastis dapat menyebabkan iritasi pada saluran hidung, sehingga memicu refleks bersin berulang.

Artikel Lainnya:Penting, Ketahui Perbedaan Batuk Kering dan Berdahak pada Anak agar Tidak Salah Memberi Obat!

Mengetahui berbagai penyebab alergi pada anak dapat membantu Mom mengambil langkah pencegahan yang lebih tepat, mulai dari menjaga kebersihan rumah, mengurangi paparan alergen, mengatur suhu dalam ruangan di rumah, ataupun menggunakan air purifier sebagai langkah preventif agar anak tidak mudah mengalami pilek alergi. Namun apabila gejala disertai dengan hidung tersumbat & bersin terus-menerus, bisa memberikan obat pereda pilek alergi dengan Phenylephrine HCl dan Chlorpheniramine Maleate sebagai pertolongan pertama, meredakan gejala pilek alergi. Jangan lupa konsultasikan ke ahli apabila gejala tidak kunjung membaik.

FAQ

1. Kapan bersin pada anak perlu dikhawatirkan?

Jika bersin terjadi terus-menerus, disertai hidung tersumbat, mata gatal, atau berlangsung lama tanpa membaik, sebaiknya diperiksa ke dokter.

2. Apakah alergi pada anak bisa sembuh total?

Alergi umumnya tidak hilang sepenuhnya, tetapi gejalanya bisa dikontrol dengan menghindari pemicu dan pengobatan yang tepat.

3. Bagaimana cara membedakan alergi dan flu biasa?

Alergi biasanya tidak disertai demam dan cenderung muncul berulang saat terpapar pemicu, sedangkan flu disebabkan infeksi virus.

4. Apakah AC bisa memicu alergi?

Bisa, terutama jika filter AC jarang dibersihkan sehingga menjadi tempat menumpuknya debu dan jamur.

Referensi

  1. Journal of Allergy and Clinical Immunology. Environmental allergens and allergic rhinitis in children.
  2. American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (AAAAI). Common Allergens Overview.
  3. World Health Organization (WHO). Air quality and child respiratory health.