Artikel

Menginap di Hotel Saat Liburan Sekolah? Waspadai Anak Batuk Saat Tidur Akibat Udara AC

Menginap di Hotel Saat Liburan Sekolah? Waspadai Anak Batuk Saat Tidur Akibat Udara AC

Tuesday, 06 January 2026

Tak melulu harus bepergian ke luar negeri, momen liburan sekolah anak juga bisa diisi dengan liburan singkat seperti menginap di hotel, di mana anak-anak bebas berenang dan melakukan kids activity yang menyenangkan di hotel. Namun, ada satu kondisi yang sering tidak disadari Moms: anak batuk saat tidur karena udara AC di kamar hotel.

Walaupun terasa nyaman, udara dingin dari AC bisa memicu iritasi pada saluran napas atau memperburuk kondisi alergi anak. Yuk, pahami penyebabnya dan bagaimana cara mencegahnya agar liburan tetap aman dan menyenangkan!

Kenapa Anak Batuk Saat Tidur di Ruangan Ber-AC?

Melansir dari Healthline, pada dasarnya pendingin udara (AC) di hotel bukanlah penyebab alergi, tetapi batuk yang terjadi pada anak dapat terjadi karena zat asing yang terdapat pada udara di dalam kamar hotel dengan AC, seperti serbuk sari, tungau, debu, bulu hewan peliharaan, jamur, bakteri, virus dan polusi. Selain itu, berikut ini beberapa penyebab anak batuk saat tidur di ruangan ber-AC yang bisa Moms simak.

1. Udara AC Cenderung Kering

Udara dari AC dapat mengurangi kelembapan di dalam kamar. Saluran napas anak yang masih sensitif bisa menjadi kering, sehingga memicu batuk terutama di malam hari.

2. Debu atau Kotoran pada Filter AC

Meskipun hotel rutin membersihkan kamar, kadang filter AC tetap mengandung debu atau partikel kecil. Debu ini bisa menjadi pemicu alergi yang membuat anak batuk saat tidur.

3. Perubahan Suhu yang Mendadak

Masuk ke ruangan yang jauh lebih dingin setelah seharian beraktivitas di luar membuat tubuh anak mengalami “kejutan suhu”. Perbedaan ini sering memicu pilek ringan dan batuk.

4. Alergi Udara Dingin (Cold-Induced Rhinitis)

Beberapa anak memang lebih sensitif terhadap udara dingin. Hidung gatal, bersin, ingusan, dan batuk bisa muncul begitu masuk ruangan ber-AC.

5. Posisi Tidur Salah

Kadang batuk muncul karena lendir turun ke belakang tenggorokan saat berbaring. Udara AC yang dingin memperparah kondisi ini.

Cara Mencegah Anak Batuk Saat Tidur di Kamar Hotel Ber-AC

Agar momen staycation di hotel bersama Si Kecil tetap menyenangkan, simak beberapa cara mencegah anak batuk saat tidur di kamar ber-AC berikut ini:

1. Atur Suhu AC ke Mode Nyaman (24–26°C)

Suhu terlalu dingin dapat membuat saluran napas lebih sensitif. Pilih suhu yang hangat namun tetap nyaman.

2. Nyalakan Mode “Dry” atau “Auto”

Mode ini membantu menjaga kelembapan ruangan agar tidak terlalu kering.

3. Gunakan Humidifier Portable (Jika Ada)

Jika Moms punya humidifier kecil, bawalah saat liburan. Udara lembap membantu mengurangi batuk akibat saluran napas kering.

4. Minta Housekeeping untuk Membersihkan Filter AC

Moms boleh meminta hotel untuk membersihkan AC sebelum digunakan, terutama jika Si Kecil punya alergi.

5. Jangan Arahkan AC Langsung ke Tempat Tidur

Udara yang langsung terkena tubuh anak dapat memicu batuk dan pilek di malam hari.

6. Mandikan dan Ganti Baju Anak Setelah Aktivitas di Luar

Debu dan alergen yang menempel pada kulit atau pakaian dapat memicu batuk saat tidur, terutama di ruangan dingin.

7. Berikan Minum Hangat Sebelum Tidur

Ini membantu menjaga kelembapan tenggorokan dan mencegah iritasi.

8. Siapkan Obat Alergi atau Obat Batuk Anak

Jika anak punya riwayat alergi, bawalah antihistamin yang sesuai umur dan aturan pakainya. Selain itu, sebaiknya bawa persediaan obat-obatan anak seperti obat flu dan pilek, obat flu dan batuk dry syrup, serta beberapa obat lainnya untuk berjaga-jaga.

Cara Mengatasi Anak Batuk Saat Tidur di Kamar Ber-AC

Ketika Si Kecil mulai batuk di tengah malam akibat udara kamar yang dingin, Moms bisa langsung memberikan air hangat untuk membantu melembapkan tenggorokan yang kering dan meredakan iritasi. Jika suhu terlalu dingin, tingkatkan beberapa derajat atau ubah mode ke “auto”. Udara yang lebih nyaman biasanya langsung membantu batuk mereda.

Segera pindahkan posisi tidur atau arahkan hembusan AC menjauh dari tubuh anak. Udara yang langsung mengenai hidung dan dada sering memperburuk batuk. Gunakan bantal tambahan agar kepala sedikit terangkat. Ini mengurangi aliran lendir ke tenggorokan yang sering memicu batuk saat berbaring.

Moms juga bisa memberikan obat batuk sesuai gejala yang dialaminya. Jika batuknya dipicu alergi, pilih obat yang mengandung phenylephrine untuk meredakan gejala (sesuai dosis usia). Jika batuk tidak berdahak dan mengganggu tidur, berikan obat yang mengandung antitusif (penekan batuk) seperti dextromethorphan. Namun jika Si Kecil mengalami batuk berdahak, berikan obat yang mengandung ekspektoran seperti guaifenesin untuk mengencerkan dahak.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

1. Apakah wajar anak batuk saat tidur di kamar ber-AC?

Cukup umum terjadi karena udara yang kering atau dingin membuat tenggorokan dan saluran napas anak lebih sensitif. Namun tetap perlu dicegah agar tidak mengganggu tidur.

2. Apakah AC harus dimatikan agar anak tidak batuk?

Tidak harus. Cukup atur suhunya lebih hangat (24–26°C), gunakan mode auto, dan pastikan udara tidak langsung mengenai tubuh anak.

3. Bagaimana cara membedakan batuk karena alergi dengan batuk karena flu?

- Batuk alergi ? tanpa demam, pilek encer, batuk kering, muncul saat terkena pemicu (AC, debu).

- Batuk karena flu ? sering disertai demam, badan pegal, pilek kental, batuk bisa berdahak.

Source:

- Allergic to Air Conditioning - https://www.healthline.com/health/allergic-to-air-conditioning

Can Sleeping in An Air Conditioned Room Make Children Coughing - https://happynoz.co.th/en/can-sleeping-in-an-air-conditioned-room-make-children-coughing/