Tak melulu harus
bepergian ke luar negeri, momen liburan sekolah anak juga bisa diisi dengan
liburan singkat seperti menginap di hotel, di mana anak-anak bebas berenang dan
melakukan kids activity yang menyenangkan di hotel. Namun, ada satu
kondisi yang sering tidak disadari Moms: anak batuk saat tidur karena udara AC
di kamar hotel.
Walaupun terasa
nyaman, udara dingin dari AC bisa memicu iritasi pada saluran napas atau
memperburuk kondisi alergi anak. Yuk, pahami penyebabnya dan bagaimana cara
mencegahnya agar liburan tetap aman dan menyenangkan!
Kenapa Anak Batuk
Saat Tidur di Ruangan Ber-AC?
Melansir dari
Healthline, pada dasarnya pendingin udara (AC) di hotel bukanlah penyebab
alergi, tetapi batuk yang terjadi pada anak dapat terjadi karena zat asing yang
terdapat pada udara di dalam kamar hotel dengan AC, seperti serbuk sari, tungau,
debu, bulu hewan peliharaan, jamur, bakteri, virus dan polusi. Selain itu,
berikut ini beberapa penyebab anak batuk saat tidur di ruangan ber-AC yang bisa
Moms simak.
1. Udara AC
Cenderung Kering
Udara dari
AC dapat mengurangi kelembapan di dalam kamar. Saluran napas anak yang masih
sensitif bisa menjadi kering, sehingga memicu batuk terutama di malam hari.
2. Debu atau
Kotoran pada Filter AC
Meskipun
hotel rutin membersihkan kamar, kadang filter AC tetap mengandung debu atau
partikel kecil. Debu ini bisa menjadi pemicu alergi yang membuat anak batuk
saat tidur.
3. Perubahan
Suhu yang Mendadak
Masuk ke
ruangan yang jauh lebih dingin setelah seharian beraktivitas di luar membuat
tubuh anak mengalami “kejutan suhu”. Perbedaan ini sering memicu pilek ringan
dan batuk.
4. Alergi
Udara Dingin (Cold-Induced Rhinitis)
Beberapa
anak memang lebih sensitif terhadap udara dingin. Hidung gatal, bersin,
ingusan, dan batuk bisa muncul begitu masuk ruangan ber-AC.
5. Posisi
Tidur Salah
Kadang batuk muncul
karena lendir turun ke belakang tenggorokan saat berbaring. Udara AC yang
dingin memperparah kondisi ini.
Cara Mencegah Anak
Batuk Saat Tidur di Kamar Hotel Ber-AC
Agar momen staycation
di hotel bersama Si Kecil tetap menyenangkan, simak beberapa cara mencegah
anak batuk saat tidur di kamar ber-AC berikut ini:
1. Atur Suhu
AC ke Mode Nyaman (24–26°C)
Suhu terlalu
dingin dapat membuat saluran napas lebih sensitif. Pilih suhu yang hangat namun
tetap nyaman.
2. Nyalakan
Mode “Dry” atau “Auto”
Mode ini
membantu menjaga kelembapan ruangan agar tidak terlalu kering.
3. Gunakan
Humidifier Portable (Jika Ada)
Jika Moms
punya humidifier kecil, bawalah saat liburan. Udara lembap membantu mengurangi
batuk akibat saluran napas kering.
4. Minta
Housekeeping untuk Membersihkan Filter AC
Moms boleh
meminta hotel untuk membersihkan AC sebelum digunakan, terutama jika Si Kecil
punya alergi.
5. Jangan
Arahkan AC Langsung ke Tempat Tidur
Udara yang
langsung terkena tubuh anak dapat memicu batuk dan pilek di malam hari.
6. Mandikan
dan Ganti Baju Anak Setelah Aktivitas di Luar
Debu dan
alergen yang menempel pada kulit atau pakaian dapat memicu batuk saat tidur,
terutama di ruangan dingin.
7. Berikan
Minum Hangat Sebelum Tidur
Ini
membantu menjaga kelembapan tenggorokan dan mencegah iritasi.
8. Siapkan
Obat Alergi atau Obat Batuk Anak
Jika anak punya
riwayat alergi, bawalah antihistamin yang sesuai umur dan aturan pakainya.
Selain itu, sebaiknya bawa persediaan obat-obatan anak seperti obat flu dan
pilek, obat flu dan batuk dry syrup, serta beberapa obat lainnya untuk
berjaga-jaga.
Cara Mengatasi Anak
Batuk Saat Tidur di Kamar Ber-AC
Ketika Si Kecil mulai
batuk di tengah malam akibat udara kamar yang dingin, Moms bisa langsung
memberikan air hangat untuk membantu melembapkan tenggorokan yang kering dan
meredakan iritasi. Jika suhu terlalu dingin, tingkatkan beberapa derajat atau
ubah mode ke “auto”. Udara yang lebih nyaman biasanya langsung membantu batuk
mereda.
Segera pindahkan
posisi tidur atau arahkan hembusan AC menjauh dari tubuh anak. Udara yang
langsung mengenai hidung dan dada sering memperburuk batuk. Gunakan bantal
tambahan agar kepala sedikit terangkat. Ini mengurangi aliran lendir ke
tenggorokan yang sering memicu batuk saat berbaring.
Moms juga bisa
memberikan obat batuk sesuai gejala yang dialaminya. Jika batuknya dipicu
alergi, pilih obat yang mengandung phenylephrine untuk meredakan gejala (sesuai
dosis usia). Jika batuk tidak berdahak dan mengganggu tidur, berikan obat yang
mengandung antitusif (penekan batuk) seperti dextromethorphan. Namun jika Si
Kecil mengalami batuk berdahak, berikan obat yang mengandung ekspektoran
seperti guaifenesin untuk mengencerkan dahak.
Pertanyaan yang
Sering Ditanyakan
1. Apakah
wajar anak batuk saat tidur di kamar ber-AC?
Cukup umum terjadi
karena udara yang kering atau dingin membuat tenggorokan dan saluran napas anak
lebih sensitif. Namun tetap perlu dicegah agar tidak mengganggu tidur.
2. Apakah AC
harus dimatikan agar anak tidak batuk?
Tidak harus. Cukup
atur suhunya lebih hangat (24–26°C), gunakan mode auto, dan pastikan udara
tidak langsung mengenai tubuh anak.
3. Bagaimana
cara membedakan batuk karena alergi dengan batuk karena flu?
-
Batuk alergi ? tanpa demam, pilek encer,
batuk kering, muncul saat terkena pemicu (AC, debu).
-
Batuk karena flu ? sering disertai demam,
badan pegal, pilek kental, batuk bisa berdahak.
Source:
-
Allergic to Air Conditioning - https://www.healthline.com/health/allergic-to-air-conditioning
Can Sleeping in An Air Conditioned Room Make Children Coughing - https://happynoz.co.th/en/can-sleeping-in-an-air-conditioned-room-make-children-coughing/