Artikel

Liburan Sekolah Terganggu Karena Anak Demam Naik Turun? Obat Demam Anak dengan Paracetamol Solusinya!

Liburan Sekolah Terganggu Karena Anak Demam Naik Turun? Obat Demam Anak dengan Paracetamol Solusinya!

Tuesday, 06 January 2026

Liburan sekolah yang seharusnya dipenuhi tawa, jalan-jalan, dan waktu berkualitas bersama Si Kecil, bisa langsung berubah suasana saat anak mendadak demam dan suhu tubuhnya naik turun. Rencana liburan pun terpaksa tertunda, sementara Moms mulai diliputi rasa cemas dan fokus mencari cara agar kondisi anak cepat membaik.

Saat anak demam naik turun, banyak Moms yang langsung panik dan bingung harus memberikan obat apa yang tepat dan aman. Salah satu obat penurun panas yang paling umum direkomendasikan dokter adalah paracetamol. Obat ini sudah digunakan selama bertahun-tahun dan dikenal efektif sekaligus aman untuk anak, asalkan diberikan dengan dosis yang tepat.

Penyebab Anak Demam Naik Turun

Melansir dari Alodokter, penyebab umum anak demam naik turun adalah karena infeksi virus seperti flu atau batuk pilek. Saat tubuh anak sedang melawan virus, suhu tubuh dapat meningkat lalu turun kembali, terutama dalam beberapa hari pertama. Selain itu, daya tahan tubuh yang menurun akibat kelelahan, kurang tidur, atau perubahan pola makan selama liburan juga membuat tubuh anak lebih sensitif sehingga demam tidak stabil.

Penyebab lainnya meliputi infeksi bakteri, reaksi setelah imunisasi, perubahan suhu lingkungan seperti terlalu lama berada di ruangan ber-AC, serta dehidrasi karena kurang minum. Kondisi-kondisi ini dapat membuat suhu tubuh anak naik kembali meski sempat turun sebelumnya. Jika demam berlangsung lebih dari tiga hari atau disertai gejala lain seperti anak tampak sangat lemas, muntah, atau kejang, sebaiknya Moms segera membawa Si Kecil ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.



Demam pada anak bisa terlihat naik turun karena tubuh sedang melawan infeksi dan sistem imun bekerja secara bertahap. Saat virus atau bakteri masuk, tubuh akan menaikkan suhu untuk menghambat perkembangannya. Namun, ketika daya tahan tubuh mulai menekan kuman, suhu bisa turun sementara, lalu naik kembali jika infeksi belum sepenuhnya teratasi.

Selain itu, efek obat penurun panas yang hanya bekerja dalam durasi tertentu juga dapat membuat demam tampak mereda lalu muncul kembali setelah efek obat habis. Inilah sebabnya demam naik turun sering terjadi, terutama pada infeksi virus yang membutuhkan waktu beberapa hari hingga benar-benar sembuh.

Kenapa Paracetamol Jadi Pilihan Utama Saat Anak Demam Naik Turun?

Yuk, kenali lebih jauh manfaat paracetamol untuk mengatasi demam anak yang tidak kunjung turun, cara kerjanya, serta hal-hal penting yang harus diperhatikan sebelum memberikannya pada Si Kecil.

1. Aman untuk Anak

Paracetamol aman digunakan untuk bayi hingga anak-anak, selama sesuai dosis berdasarkan berat badan. Obat ini juga jarang menyebabkan iritasi lambung sehingga nyaman diberikan meski perut anak kosong.

2. Cepat Menurunkan Demam

Paracetamol bekerja di pusat pengatur suhu tubuh di otak untuk cepat menurunkan suhu badan. Hasilnya, demam berangsur turun dan anak terasa lebih nyaman.

3. Membantu Meredakan Nyeri

Selain mengatasi demam anak yang tidak kunjung turun, paracetamol juga membantu meringankan nyeri, seperti sakit kepala, nyeri otot, nyeri tumbuh gigi, nyeri pasca imunisasi

4. Tersedia dalam Banyak Bentuk

Mulai dari sirup, drops (untuk bayi), suppositoria (via anus), hingga tablet kunyah untuk anak yang lebih besar. Moms bisa memilih sesuai kebutuhan usia dan kondisi anak.

Cara Memberikan Paracetamol dengan Aman

Agar proses penyembuhan berjalan dengan optimal, perhatikan cara memberikan paracetamol dengan aman berikut ini.

1. Selalu Sesuaikan Dosis dengan Berat Badan

Dosis umum paracetamol untuk anak adalah 10–15 mg/kg berat badan per dosis, diberikan setiap 4–6 jam, maksimal 4 kali sehari. Jangan menebak dosis—biasakan membaca label atau mengikuti instruksi dokter.

2. Gunakan Alat Takar dari Kemasan

Jangan menggunakan sendok makan atau sendok teh karena ukurannya tidak akurat.

3. Jangan Menggabungkan dengan Obat Lain yang Juga Mengandung Paracetamol

Banyak obat flu atau batuk anak yang sudah mengandung paracetamol. Menggabungkan dua obat dengan kandungan sama dapat menyebabkan dosis berlebih.

4. Perhatikan Waktu Pemberian

Jika setelah 2–3 dosis demam tidak turun, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

5. Simpan Obat di Tempat Sejuk dan Tertutup

Pastikan botol selalu tertutup rapat dan jauh dari jangkauan anak.

Selain memberikan Paracetamol, berikut ini tips mengatasi demam anak yang tidak kunjung turun yang bisa Moms lakukan di rumah.

- Mengompres menggunakan handuk yang dibasahi air hangat pada area dahi, ketiak, atau lipatan paha Si Kecil selama 10-15 menit

- Menjaga suhu ruangan pada suhu sedang, sekitar 21°C -23°C

- Memberikan pakaian tipis, nyaman, dan menyerap keringat pada Si Kecil

- Hindari memberikan selimut tebal dan berlapis saat anak tidur

Namun, jika anak demam naik turun lebih dari 3 hari, anak terlihat sangat lemas atau tidak responsive, mengalami demam disertai kejang, muntah berulang, panas tubuh mencapai lebih dari 39°C, segera periksakan ke dokter.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

1. Pada usia berapa anak boleh minum paracetamol?

Bayi di atas 2 bulan boleh diberikan paracetamol, tetapi tetap harus mengikuti dosis sesuai berat badan atau anjuran dokter.

2. Berapa lama paracetamol mulai bekerja?

Biasanya mulai bekerja dalam 30–60 menit setelah diminum dan mencapai efek maksimal sekitar 2 jam.

3. Apakah paracetamol aman digunakan setiap kali anak demam?

Aman digunakan sesuai aturan. Namun jika anak terlalu sering demam atau demam sulit turun, sebaiknya diperiksa untuk mencari penyebabnya. Tenang Moms, sebab paracetamol tidak menyebabkan ketergantungan, ya.

Source:

- https://www.halodoc.com/artikel/demam-pada-anak-naik-turun-apa-yang-harus-dilakukan-orangtua?srsltid=AfmBOorNYOgv6D04xScqwDWPc1LdSMqah6rMQ02c6I3otkTw6y_0CX7b

https://www.alodokter.com/penyebab-demam-naik-turun-pada-anak-dan-cara-mengobatinya