Liburan sekolah yang seharusnya dipenuhi tawa,
jalan-jalan, dan waktu berkualitas bersama Si Kecil, bisa langsung berubah
suasana saat anak mendadak demam dan suhu tubuhnya naik turun. Rencana liburan
pun terpaksa tertunda, sementara Moms mulai diliputi rasa cemas dan fokus
mencari cara agar kondisi anak cepat membaik.
Saat anak demam naik turun, banyak Moms yang
langsung panik dan bingung harus memberikan obat apa yang tepat dan aman. Salah
satu obat penurun panas yang paling umum direkomendasikan dokter adalah
paracetamol. Obat ini sudah digunakan selama bertahun-tahun dan dikenal efektif
sekaligus aman untuk anak, asalkan diberikan dengan dosis yang tepat.
Penyebab Anak Demam Naik Turun
Melansir dari Alodokter, penyebab umum anak demam naik
turun adalah karena infeksi virus seperti flu atau batuk pilek. Saat tubuh anak
sedang melawan virus, suhu tubuh dapat meningkat lalu turun kembali, terutama
dalam beberapa hari pertama. Selain itu, daya tahan tubuh yang menurun akibat
kelelahan, kurang tidur, atau perubahan pola makan selama liburan juga membuat
tubuh anak lebih sensitif sehingga demam tidak stabil.
Penyebab lainnya meliputi infeksi bakteri, reaksi setelah
imunisasi, perubahan suhu lingkungan seperti terlalu lama berada di ruangan
ber-AC, serta dehidrasi karena kurang minum. Kondisi-kondisi ini dapat membuat
suhu tubuh anak naik kembali meski sempat turun sebelumnya. Jika demam
berlangsung lebih dari tiga hari atau disertai gejala lain seperti anak tampak
sangat lemas, muntah, atau kejang, sebaiknya Moms segera membawa Si Kecil ke
dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Demam pada anak bisa terlihat naik turun karena tubuh sedang melawan infeksi
dan sistem imun bekerja secara bertahap. Saat virus atau bakteri masuk, tubuh
akan menaikkan suhu untuk menghambat perkembangannya. Namun, ketika daya tahan
tubuh mulai menekan kuman, suhu bisa turun sementara, lalu naik kembali jika
infeksi belum sepenuhnya teratasi.
Selain itu, efek obat penurun
panas yang hanya bekerja dalam durasi tertentu juga dapat membuat demam tampak
mereda lalu muncul kembali setelah efek obat habis. Inilah sebabnya demam naik
turun sering terjadi, terutama pada infeksi virus yang membutuhkan waktu
beberapa hari hingga benar-benar sembuh.
Kenapa Paracetamol Jadi Pilihan Utama Saat Anak Demam
Naik Turun?
Yuk, kenali lebih jauh manfaat paracetamol untuk
mengatasi demam anak yang tidak kunjung turun, cara kerjanya, serta hal-hal
penting yang harus diperhatikan sebelum memberikannya pada Si Kecil.
1. Aman untuk Anak
Paracetamol aman digunakan untuk bayi hingga anak-anak,
selama sesuai dosis berdasarkan berat badan. Obat ini juga jarang menyebabkan
iritasi lambung sehingga nyaman diberikan meski perut anak kosong.
2. Cepat Menurunkan Demam
Paracetamol bekerja di pusat pengatur suhu tubuh di otak
untuk cepat menurunkan suhu badan. Hasilnya, demam berangsur turun dan anak
terasa lebih nyaman.
3. Membantu Meredakan Nyeri
Selain mengatasi demam anak yang tidak kunjung turun,
paracetamol juga membantu meringankan nyeri, seperti sakit kepala, nyeri otot,
nyeri tumbuh gigi, nyeri pasca imunisasi
4. Tersedia dalam Banyak Bentuk
Mulai dari sirup, drops (untuk bayi), suppositoria (via
anus), hingga tablet kunyah untuk anak yang lebih besar. Moms bisa memilih
sesuai kebutuhan usia dan kondisi anak.
Cara Memberikan Paracetamol dengan Aman
Agar proses penyembuhan berjalan dengan optimal,
perhatikan cara memberikan paracetamol dengan aman berikut ini.
1. Selalu Sesuaikan Dosis dengan Berat Badan
Dosis umum paracetamol untuk anak adalah 10–15 mg/kg
berat badan per dosis, diberikan setiap 4–6 jam, maksimal 4 kali sehari. Jangan
menebak dosis—biasakan membaca label atau mengikuti instruksi dokter.
2. Gunakan Alat Takar dari Kemasan
Jangan menggunakan sendok makan atau sendok teh karena
ukurannya tidak akurat.
3. Jangan Menggabungkan dengan Obat Lain yang Juga
Mengandung Paracetamol
Banyak obat flu atau batuk anak yang sudah mengandung
paracetamol. Menggabungkan dua obat dengan kandungan sama dapat menyebabkan
dosis berlebih.
4. Perhatikan Waktu Pemberian
Jika setelah 2–3 dosis demam tidak turun, sebaiknya
konsultasikan ke dokter.
5. Simpan Obat di Tempat Sejuk dan Tertutup
Pastikan botol selalu tertutup rapat dan jauh dari
jangkauan anak.
Selain memberikan Paracetamol, berikut ini tips mengatasi
demam anak yang tidak kunjung turun yang bisa Moms lakukan di rumah.
-
Mengompres
menggunakan handuk yang dibasahi air hangat pada area dahi, ketiak, atau
lipatan paha Si Kecil selama 10-15 menit
-
Menjaga suhu
ruangan pada suhu sedang, sekitar 21°C -23°C
-
Memberikan
pakaian tipis, nyaman, dan menyerap keringat pada Si Kecil
-
Hindari
memberikan selimut tebal dan berlapis saat anak tidur
Namun, jika anak demam naik turun lebih dari 3 hari, anak
terlihat sangat lemas atau tidak responsive, mengalami demam disertai kejang, muntah
berulang, panas tubuh mencapai lebih dari 39°C, segera periksakan ke dokter.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
1. Pada usia berapa anak boleh minum paracetamol?
Bayi di atas 2 bulan boleh diberikan paracetamol, tetapi
tetap harus mengikuti dosis sesuai berat badan atau anjuran dokter.
2. Berapa lama paracetamol mulai bekerja?
Biasanya mulai bekerja dalam 30–60 menit setelah diminum
dan mencapai efek maksimal sekitar 2 jam.
3. Apakah paracetamol aman digunakan setiap kali anak demam?
Aman digunakan sesuai aturan. Namun jika anak terlalu
sering demam atau demam sulit turun, sebaiknya diperiksa untuk mencari
penyebabnya. Tenang Moms, sebab paracetamol tidak menyebabkan ketergantungan,
ya.
Source:
https://www.alodokter.com/penyebab-demam-naik-turun-pada-anak-dan-cara-mengobatinya