Artikel

Anak Batuk Pilek? Yuk, Kenali Penyebabnya Apa Saja!

Anak Batuk Pilek? Yuk, Kenali Penyebabnya Apa Saja!

Tuesday, 06 January 2026

Batuk pilek adalah salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami anak. Kondisi ini biasanya membuat anak rewel, sulit tidur, dan kurang nyaman saat makan atau minum. Meskipun terlihat sepele, memahami penyebab anak batuk pilek sangat penting agar orang tua bisa memberikan penanganan yang tepat dan mencegah kondisi semakin buruk.

Penyebab Anak Batuk Pilek

Batuk pilek biasanya merupakan gejala dari infeksi pada saluran pernapasan atas. Anak akan mengalami hidung tersumbat atau berair, bersin, tenggorokan gatal, dan batuk — baik batuk berdahak maupun kering. Pada beberapa kasus, bisa disertai demam ringan dan menurunnya nafsu makan. Beberapa penyebab utama anak batuk pilek antara lain:

1. Infeksi Virus

Sebagian besar kasus batuk pilek pada anak disebabkan oleh virus seperti rhinovirus, influenza, dan RSV (Respiratory Syncytial Virus). Infeksi virus dapat menyebar melalui udara saat seseorang batuk atau bersin, maupun melalui kontak benda yang terkontaminasi.

2. Cuaca atau Perubahan Musim

Perubahan suhu yang drastis — misalnya dari udara panas ke dingin — dapat memicu iritasi pada saluran pernapasan. Kondisi ini membuat anak lebih rentan mengalami pilek dan batuk.

3. Alergi

Alergi terhadap debu, bulu hewan, serbuk bunga, atau udara dingin dapat menimbulkan reaksi seperti hidung meler, bersin-bersin, mata berair, dan batuk. Berbeda dengan infeksi virus, alergi biasanya tidak disertai demam.

4. Paparan Asap dan Polusi

Asap rokok, polusi kendaraan, dan debu dapat mengiritasi saluran pernapasan anak dan memicu batuk pilek yang berulang.

5. Sistem Imun yang Belum Matang

Anak-anak, terutama usia balita, masih memiliki daya tahan tubuh yang berkembang. Itulah sebabnya mereka bisa terkena batuk pilek lebih sering dibanding orang dewasa, bahkan hingga 8–12 kali dalam setahun.

6. Kontak dengan Anak Lain

Aktivitas di sekolah, tempat bermain, atau daycare meningkatkan risiko penularan virus karena anak sering saling berbagi perlengkapan atau bermain bersama dalam jarak dekat.

Cara Sederhana untuk Membantu Meredakan Anak Batuk Pilek

Meski anak batuk pilek umumnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya, batuk pilek tetap bisa membuat anak merasa sangat tidak nyaman. Karena itu, orang tua perlu tahu langkah-langkah sederhana di rumah yang dapat membantu meredakan gejalanya dan membuat Si Kecil lebih tenang. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba:

1. Berikan cukup cairan (ASI, susu, air, sup)

2. Uap hangat atau mandi air hangat untuk membantu melegakan hidung tersumbat

3. Istirahat yang cukup

4. Menggunakan humidifier di kamar

5. Rutin membersihkan hidung dengan saline untuk bayi atau balita

6. Menghindari paparan asap rokok dan polusi

Selain beberapa hal di atas, perawatan rumahan yang juga bisa dilakukan oleh orang tua adalah memberikan obat untuk meredakan batuk pilek pada anak. Memberikan obat batuk dan pilek pada anak tidak boleh sembarangan. Berikan obat batuk pilek yang sesuai dengan gejala dan penyebabnya.

Jika anak batuk pilek akibat alergi, Moms bisa memberikan obat batuk pilek yang mengandung antihistamin dan dekongestan untuk melegakan hidung tersumbat (umumnya untuk anak >6 tahun). Namun, jika anak batuk pilek disertai demam, Moms bisa memberikan obat dengan kandungan parasetamol di dalamnya.

Pastikan untuk selalu baca label, gunakan alat ukur bawaan obat, dan hindari mencampur beberapa obat sekaligus tanpa anjuran dokter ya, Moms! Jika kondisi tidak membaik atau timbul tanda bahaya, segera konsultasikan ke dokter.