ARTIKEL

BATUK PADA ANAK TERJADI LEBIH DARI SATU MINGGU, BERBAHAYAKAH?

Monday, 09 May 2022

Batuk Pada Anak Terjadi Lebih dari Satu Minggu, Berbahayakah?

Batuk pada anak menjadi salah satu kondisi kesehatan yang sangat dikhawatirkan oleh sebagian besar orang tua, terutama saat musim pancaroba di mana cuaca sangat tidak menentu. Meski batuk merupakan penyakit yang wajar terjadi pada anak-anak, namun hal yang satu ini tentu tidak boleh disepelekan, apalagi jika batuknya berlangsung lebih dari satu minggu. Jika sudah begini, apa yang harus Moms lakukan?

                                                                            

Penyebab batuk pada anak

Dilansir dari Klikdokter.com, batuk bukanlah sebuah penyakit melainkan gejala infeksi pernapasan. Kondisi ini berlangsung saat ada benda asing masuk ke dalam saluran pernapasan dan mengeluarkan lendir. Batuk sendiri dibedakan menjadi dua jenis sesuai dengan lama berlangsungnya, yaitu batuk dan batuk kronis. Batuk akut merupakan batuk yang terjadi selama kurang dari tiga minggu, sedangkan batuk kronis terjadi selama lebih dari tiga minggu.

 

Penyebabnya pun berbeda, jika batuk akut disebabkan oleh infeksi virus pada saluran pernapasan atas, lain halnya dengan batuk kronis yang terjadi karena adanya infeksi bakteri seperti pada penyakit tuberkolosis, bronchitis, pertussis, asma, alergi, dan paparan rokok yang terjadi secara terus-menerus dan biasanya disertai dengan gejala lainnya, seperti sesak napas, napas berbunyi, batuk berdarah, nyeri dada, dan berat badan menurun. Jika batuk pada anak terjadi lebih dari satu minggu dan tidak disertai gejala yang serius, umumnya ia mengalami batuk akut akibat adanya infeksi virus dan Moms tidak perlu terlalu khawatir.

Baca Juga: Cara Meredakan Batuk Pada Anak Saat Tidur

 

Cara mengatasi batuk pada anak akibat infeksi virus

Batuk yang disebabkan oleh infeksi virus biasanya bisa sembuh dengan sendirinya, tentunya dengan perawatan yang suportif seperti berikut ini.

 

  • Memenuhi kebutuhan istirahat, yaitu 10-13 jam setiap harinya untuk anak-anak.
  • Menjaga asupan cairan pada anak. Hal ini bisa Moms penuhi melalui makanan dan minuman hangat yang juga bisa menghangatkan tenggorokan serta mengencerkan lendir seperti teh hangat, perasan lemon atau jeruk nipis, dan sup.
  • Menjaga kelembapan udara di kamar anak dengan cara mengatur ventilasi udara agar pertukaran udara di dalam ruangan berjalan dengan lancar. Jika memiliki humidifier, Moms bisa menyalakannya saat anak tertidur. Dengan begini, pernapasan anak bisa lebih terjaga saat tidur.
  • Memberikan madu sebelum tidur di malam hari untuk membantu melegakan tenggorokan dan membuat tidur Si Kecil menjadi lebih nyaman.
  • Mengatasi batuk pada anak dengan memberikan obat yang mengandung bahan alami di dalamnya seperti bodrexin Herbal Batuk, kandungan diantaranya adalah jeruk nipis dan jahe yang dikenal sebagai bahan alami untuk melegakan tenggorokan.

Baca Juga: Flu Dan Patuk Pada Anak Sering Terjadi Infeksi Atau Alergi Ya

Hadir dalam kemasan sachet yang praktis, bodrexin Herbal Batuk juga memiliki rasa yang manis dan disukai anak-anak karena kandungan madu di dalamnya. Yuk, segera lengkapi persediaan obat di rumah dengan bodrexin Herbal Batuk agar Si Kecil tak lagi menolak minum obat saat batuk sehingga proses pemulihannya bisa berlangsung lebih cepat, deh.

 

Artikel Lainnya:  Tips Mengatasi Anak Demam Saat Mudik Lebaran

 

  BACA JUGA

Nafas Anak Pendek Saat Batuk, Kapan Perlu Waspada?

Batuk pada anak seringkali merupakan respons alami tubuh terhadap iritasi atau infeksi saluran pernapasan. Perlu diwaspadai jika anak mengalami nafas pendek dan cepat saat batuk.

Artikel14/02/2024

Anak Lemas Saat Demam, Ini Tips Memulihkan Energinya!

Demam pada anak seringkali diiringi oleh gejala lemas, kelelahan, dan kehilangan nafsu makan. Dengan perawatan yang tepat, kita dapat membantu anak pulih lebih cepat dan mengembalikan energinya.

Artikel07/02/2024

Tips Menyimpan Obat Flu Batuk Berbentuk Dry Syrup

Penyimpanan obat flu batuk berbentuk dry syrup yang tepat sangat penting untuk mencegah obat dari kerusakan serta membantu mencegah kontaminasi dan memperpanjang masa kedaluwarsa obat.

Artikel24/01/2024