ARTIKEL

ANAK SAKIT? JANGAN BURU-BURU BERI ANTIBIOTIK

Wednesday, 16 November 2016

SHARE      

Anak sakit? Jangan Buru-buru Beri Antibiotik

Ibu mana yang tidak khawatir ketika melihat buah hatinya sakit. Rasanya apapun akan dilakukan agar si kecil bisa kembali sehat dan ceria kembali. Oleh karena itu ketika anak sakit, cara terbaik adalah memberikannya obat yang tepat. Namun, tahukah Moms bahwa memberikan obat pada anak tidak boleh sembarangan. Apalagi jika obat tersebut adalah antibiotik yang termasuk obat ‘keras’. Pahami dulu hal-hal di bawah ini sebelum memberi si Kecil antibiotik.

Efek samping Antibiotik
Antibiotik pada dasarnya termasuk obat keras. Oleh karena itu pemberian terhadap anak-anak benar-benar perlu diperhatikan dan tidak boleh gegabah.. Pemberian antibiotik yang tidak tepat justru bisa merusak sistem kekebalan tubuh anak dan menyebabkan bakteri yang resisten lebih mudah berkembang biak. Jika penyakit anak masih bisa diobati tanpa antibiotik, maka itu lebih baik

Jenis Penyakit yang Membutuhkan Antibiotik
Moms, ingat ya, penyakit yang membutuhkan antibiotik adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri seperti infeksi telinga, radang tenggorokan akibat infeksi bakteri Streptococus, infeksi saluran kemih, tifus, TBC, radang otak (meningitis), radang paru (pneumonia), dan sebagainya. Jika memang anak terkena penyakit-penyakit di atas, berkonsultasilah pada dokter untuk memberi antibiotik yang tepat. Jika bukan, maka Moms tidak perlu meberinya antibiotik.

Si kecil, flu, sinus, atau alergi?
Moms mungkin khawatir saat si kecil mengalami bersin-bersin. Tetapi pastikan dulu, apa penyebab ia bersin-bersin. Jika ia hanya bersin di waktu-waktu tertentu, maka kemungkinan besar anak mengalami alergi. Tidak perlu diobati dengan antibiotik cukup obati dengan bodrexin Pilek Alergi. Jika anak pilek dan batuk, Moms juga tidak perlu memberinya antibiotik. Memberi antibiotik tidak akan membuat flu lebih cepat sembuh, lebih baik, gunakan obat flu khusus anak. Misalnya bodrexin Flu dan Batuk yang dapat meringankan gejala flu. Jika si Kecil memang menderita sinus, ia akan mengalami beberapa gejala seperti demam tinggi di atas 39° C atau mengalami pembengkakan di bagian wajah dan mata. Saat itulah Anda perlu berkonsultasi ke dokter.

Jenis Antibiotik Anak
Jika penyakit anak Anda memang perlu diobati dengan antibiotik, maka gunakanlah jenis antibiotik yang tepat. Khususnya bagi anak-anak yang masih berusia balita, sebaiknya gunakan jenis antibiotik spektrum sempit yang langsung membunuh bakteri sumber penyakit secara spesifik. Dosisnya juga harus disesuaikan dengan berat badan dan kondisi fungsi organnya.  Jika dalam 3 hari tidak ada perbaikan, berarti jenis antibiotiknya harus diganti. Lakukan evaluasi secara berkala.

Hanya Moms yang tahu apa yang terbaik untuk anak dan bisa jadi pelindungnya. Jadi, jangan bertindak gegabah saat si Kecil sakit. Jadilah Ibu yang bijaksana saat melindungi si Kecil!

  BACA JUGA

Penting Diketahui! Aturan Memberikan Obat Flu & Batuk Pada Anak

Selain mencukupi kebutuhan nutrisi dan istirahat pada anak, cara lain yang bisa kita lakukan untuk meredakan flu dan batuk yang dialami oleh Si Kecil adalah dengan memberikannya obat.

Artikel27/06/2022

Penyebab Anak Batuk Pilek Terjadi Berulang, Alergi atau Virus Ya?

Tak hanya disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri, batuk pada anak juga bisa terjadi sebagai tanda alergi. Lalu, bagaimana membedakannya?

Artikel17/05/2022

Batuk Pada Anak Terjadi Lebih dari Satu Minggu, Berbahayakah?

Batuk pada anak menjadi salah satu kondisi kesehatan yang sangat dikhawatirkan oleh sebagian besar orang tua. Apa yang harus Moms lakukan?

Artikel09/05/2022