ARTIKEL

CIRI CIRI GEJALA DEMAM MALARIA

Tuesday, 16 May 2017

SHARE      

Ciri Ciri Gejala Demam Malaria

Malaria adalah salah satu penyakit yang bisa berakibat fatal jika tidak ditangani sejak tahap awal. Untungnya, dalam 10 tahun terakhir kasus malaria sudah menurun, bahkan jarang ditemui lagi. Dunia kesehatan sudah maju pesat dalam upaya mencegah dan menanggulangi penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk ini. Namun tentunya kita tetap harus waspada ya Moms! Pasalnya, daerah tropis seperti Indonesia acapkali menjadi tempat berkembangnya parasit penyebab malaria Plasmodium dan nyamuk Anopheles yang jadi penyebarnya.

Jika Buah Hati tiba-tiba panas tinggi, penting untuk Moms mendeteksi dini apakah ini termasuk gejala malaria atau tidak agar bisa segera dirawat secara intensif. Salah satu ciri khas gejala pada malaria adalah demam dengan pola klasik “trias malaria”. Kenali lebih jauh karakteristik demam pada malaria di sini :

Ciri-ciri demam :

  • Terjadi dengan pola ‘Trias Malaria’ :
    Secara sederhana, pola trias malaria terjadi dalam tiga fase :
    1. Cold stage : Pada fase awal ini Buah Hati akan merasa kedinginan dan menggigil. Biasanya terjadi pada jam 11-12 siang selama 15 menit sampai 1 jam.
    2. Hot stage : Fase demam tinggi selama 2-6 jam. Bisa terjadi kejang-kejang. (Segera bawa anak ke rumah sakit jika terjadi kejang)
    3. Sweating stage : Di fase 3 ini seluruh badan Buah Hati akan berkeringat dan demam berangsur menurun. Fase ini berlangsung selama 2-4 jam seolah sembuh padahal nantinya pola trias malaria ini akan terulang lagi.
       
  • Demam Berkepanjangan 
    Pola trias malaria tersebut terjadi terulang lagi secara berkepanjangan selama 1 minggu lebih.
     
  • Timbulnya Demam Berjeda
    Demam timbul dengan pola jeda 2-3 hari. 
    1. Jika terulang setelah jeda 36 jam, maka yang menyerang adalah parasite Plasmodium falciparum. Malaria yang terjadi merupakan kasus malaria berat.
    2. Jika terulang di hari ketiga setelah jeda  2 hari, maka yang menyerang adalah parasite Plasmodium vivax atau Plasmodium ovale. Kasus malaria ini disebut juga malaria Tersiana.
    3. Jika terulang di hari keempat setelah jeda 3 hari, maka yang menyerang adalah parasite Plasmodium. Kasus malaria ini disebut juga malaria Kuartana.
  • Suhu tinggi
    Suhu tubuh tinggi diatas 37.5 derajat Celcius. Bahkan bisa mencapai 41 derajat Celcius. Dokter bisa menyarankan untuk memberi obat-obatan paracetamol untuk membantu menurunkan panas Buah Hati.

Selain DEMAM dengan karakteristik tersebut, Buah Hati juga akan mengalami gejala-gejala lain, di antaranya: sakit kepala, mual, muntah, diare, sakit nyeri pada otot sekujur tubuh, pegal-pegal, anemia, mengalami penurunan kesadaran, mata atau tubuh kuning, lemah, perdarahan hidung / gusi / saluran pencernaan, telapak tangan pucat, warna air seni seperti teh tua bahkan kehitaman, dll.

Dokter mungkin akan menyarankan agar :

  • Rawat inap di Rumah Sakit.
  • Anak beristirahat total (bedrest).
  • Mengonsumsi obat paracetamol sesuai anjuran atau resep untuk menurunkan demam. Jika anak menolak minum obat, jangan panik. Anda bisa memberikan sirup bodrexin penurun panas dengan rasa jeruk kesukaan anak untuk Buah Hati yang berusia 1-8 tahun, dan bodrexin Demam Drops untuk bayi berusia 0-2 tahun.
  • Mengompres dahi anak. 
  • Memberi pengobatan khusus malaria seperti pil kina, dll.
  BACA JUGA

Cara Mengatasi Hidung Mampet Sebelah Akibat Flu dan Batuk

Penyebab hidung mampet sebelah pada anak sangat beragam. Membuat kita merasa kasihan kan, Moms? Yuk simak beberapa cara mengatasi hidung mampet sebelah akibat flu dan batuk pada anak

Artikel15/12/2021

Mengatasi Flu Pada Anak, Perlukah Langsung ke Dokter?

Mengatasi flu pada anak tidak perlu langsung dibawa ke dokter kok, Moms. Nah, agar proses penyembuhan sakit flu pada anak berlangsung lebih cepat, coba lakukan beberapa cara berikut ini ya, Moms!

Artikel07/12/2021

Batuk Pada Anak Disertai Napas Cepat? Waspadai Penyakit Ini Ya, Moms!

Anak batuk dan ada gejala penyerta seperti gangguan pada pernapasan yang cukup mengganggu, maka ada kemungkinan Si Kecil mengidap beberapa penyakit berikut ini, lho. Yuk, disimak!

Artikel03/12/2021