ARTIKEL

TERAPKAN BAHASA KASIH INI SAAT ANAK SEDANG SAKIT

Thursday, 23 November 2017

SHARE      

Pernahkah Mom mendengar tentang bahasa kasih alias love language? Teori ini dipopulerkan oleh Dr. Gary Chapman dalam bukunya The Five Love Languages, yang mengupas lima ekspresi kasih yang dominan pada diri setiap orang. Kelima bahasa kasih ini mencakup sentuhan fisik, apresiasi atau kata-kata penyemangat, quality time, hadiah, dan memberi bantuan. Dalam merawat buah hati yang sedang sakit, selain memberikannya obat penurun panas bodrexin Demam ketika si Kecil demam, atau bodrexin Flu & Batuk PE ketika si Kecil flu & batuk, sangat penting untuk memenuhi kebutuhan kasih sayangnya dengan bahasa yang sesuai. Mom bisa lakukan cara ini :

Memberi sentuhan kasih sayang,
Memberi love language sentuhan kasih sayang ini cocok untuk anak yang senang jika bisa ‘lengket’ dengan Mom. Saat ia jatuh sakit, ia mungkin menjadi rewel dan manja. Namun Mom tak perlu khawatir, ia hanya berharap untuk mendapat sentuhan kasih sebanyak mungkin dari orangtuanya. Oleh karena itu usahakan untuk berikan ia pelukan, ciuman, dan belaian lembut setiap kali Mom sempat. Dengan ini ia akan menjadi lebih tenang dan tak lagi rewel.

Memperhatikan dan menemani,
Terkadang anak yang sakit ingin untuk ditemani terus-terusan. Hal ini mungkin bisa membuat kita harus memutar otak untuk mengatur jadwal agar urusan pekerjaan atau urusan rumah tak terbengkalai. Namun apa boleh buat, memberikannya quality time adalah hal utama yang ia butuhkan. Anda bisa membacakan cerita anak-anak favoritnya seperti Cerita Berbo dari bodrexin, menemaninya nonton film kartun sampai tertidur, atau sekedar ngobrol. Momen seperti ini akan lebih bermakna untuk Buah Hati dibandingkan bahasa kasih lainnya. Jika sakitnya cukup berat, Mom bisa pertimbangkan untuk mengambil cuti demi merawat dan menemaninya di rumah.

Memberi makanan atau barang kesukaannya jika ia tidak rewel,
Anak yang sering mengejutkan Mom dengan pemberian seperti prakarya atau lukisan hasil buatan tangannya sendiri, kemungkinan besar memiliki bahasa kasih hadiah. Mom bisa menenangkannya dan membuatnya senang secara instan dengan membuatkan atau membeli hal yang ia inginkan. Mom bisa memberi persyaratan seperti jika ia mau minum obat, atau tidak susah disuapi makan, maka bisa mendapat hadiah yang ia inginkan. Mom juga bisa membelikan mainan puzzle atau mobil-mobilan kesukaannya agar ia semangat untuk makan dan minum obat sampai sembuh kembali.

Memuji tingkah laku yang baik
Anak yang memiliki bahasa kasih apresiasi perlu untuk Mom puji setiap hari, walaupun untuk hal kecil sekalipun. Hal ini akan mendorong Buah Hati untuk menjaga karakter positif dan membuatnya belajar untuk menghargai dirinya sendiri. Jika ia menangis tanpa sebab, coba katakan hal apresiatif seperti, “Mama tahu kamu sedang sakit, nggak apa-apa, tetapi Mama lebih senang kalau kamu nggak rewel seperti kemarin.” Dengan cara ini Mom menunjukkan bahwa tingkah lakunya yang baik akan lebih diapresiasi dibanding yang tidak baik.

Bantulah dalam kesulitannya
Ada banyak kesulitan yang dihadapi anak dalam masa tumbuh kembangnya dan hal ini bisa membuatnya rewel atau susah diatur saat sakit. Misalnya Buah Hati yang berumur 3 tahun kesulitan menghapus coretannya yang digambar dengan pensil dan jadi rewel sepanjang malam. Atau Buah Hati yang berumur 8 tahun, kesulitan untuk melepas gadgetnya dan jadi mogok makan jika disuruh istirahat. Di sinilah peran orangtua sangat penting untuk memberi bahasa kasih ‘bantuan’. Cermati perilakunya, dan sebelum ia benar-benar frustrasi, coba berikan ia clue atau tawarkan bantuan dalam menyelesaikan masalahnya.

 
  BACA JUGA